Kurangi Konsumsi Diesel, Segera Konversi PLTD ke PLTS+BESS
📅 Rabu, 29 Apr 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiIESR menilai PLTS 100 GW dan akselerasi kendaraan listrik dapat menjadi dua kebijakan dengan dampak struktural paling kuat. Namun, keduanya membutuhkan reformasi PLN, harmonisasi regulasi kendaraan listrik, dan investasi swasta agar dampaknya terhadap pengurangan impor BBM dan polusi benar-benar terasa.
PLTS Relevan
Menanggapi sebagai salah satu negara terkotor, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak pemerintah menghentikan penerbitan persetujuan lingkungan untuk industri ekstraktif dan membatalkan rencana Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Sebagai gantinya, pemerintah diminta fokus menyusun kebijakan tata kelola sampah dari sumber dan memperkuat tanggung jawab produsen.
Sebelumnya diberitakan, Kebijakan dedieselisasi dengan mengganti 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan sinyal yang baik bagi Indonesia mengurangi ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan harga energi global sedang berfluktuasi, pengembangan PLTS skala besar dan energi terbarukan lainnya menjadi semakin relevan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!