Filipina Tak Khawatir Pengurangan Kekuatan AS dari Indo-Pasifik
📅 Rabu, 29 Apr 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim PenulisMANILA - Filipina menyatakan tidak khawatir akan adanya pengurangan kemampuan pencegahan Amerika Serikat (AS) di Indo-Pasifik akibat terjadinya perang di kawasan Timur Tengah. Hal itu diutarakan Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, pada Selasa (28/4), meskipun sebelumnya ia memperingatkan bahwa Tiongkok dapat mencoba memanfaatkan setiap peluang yang dianggap ada.
Pernyataan Menhan Teodoro itu disampaikan dalam sebuah sesi wawancara di tengah latihan militer gabungan tahunan dengan AS yang telah menarik jumlah negara peserta terbesar sepanjang sejarah, termasuk pasukan tempur Jepang untuk pertama kalinya.
“Tindakan Tiongkok baru-baru ini di Laut Tiongkok Selatan (LTS) dan Selat Taiwan tidak mengejutkan," ucap Menhan Teodoro, seraya mengatakan bahwa Beijing berupaya mengambil keuntungan ketika mereka mengira kekuatan saingan sedang sibuk di tempat lain.
Tiongkok baru-baru ini meningkatkan kehadiran angkatan lautnya di sekitar Taiwan, termasuk transit kapal induk melalui selat tersebut. Mereka juga memasang barikade penghalang pada bulan April di muara Scarborough Shoal di LTS, menurut pantauan citra satelit.
Manila dan Beijing telah terlibat dalam serangkaian konfrontasi maritim di LTS dalam beberapa tahun terakhir, yang hampir seluruhnya diklaim oleh Tiongkok sebagai miliknya meskipun ada putusan arbitrase tahun 2016 yang membatalkan klaim tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tidak mengherankan jika setiap peluang yang mereka lihat, baik itu peluang yang dirasakan, kelemahan yang dirasakan, atau celah yang dirasakan, akan mereka manfaatkan,” ungkap Menhan Teodoro.
Menhan Filipina itu pun mengatakan bahwa ia memiliki keyakinan penuh pada Perjanjian Pertahanan Bersama, pakta keamanan yang telah lama berlaku antara Manila dan Washington DC, dan tidak khawatir bahwa perang Iran dapat melemahkan kemampuan strategis AS di Asia.
“Saya sama sekali tidak khawatir tentang berkurangnya daya pencegahan,” tegas dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya Tiongkok telah mengkritik latihan militer gabungan yang dilakukan oleh Filipina dan sekutunya, dengan mengatakan bahwa latihan tersebut meningkatkan ketegangan regional.
Menhan Teodoro pun mengatakan bahwa peningkatan partisipasi dalam latihan militer gabungan Balikatan mencerminkan dorongan Manila yang lebih luas untuk membangun ketahanan pertahanan melalui jaringan mitra yang memiliki pandangan serupa, dalam menghadapi sikap Tiongkok yang semakin agresif di kawasan ini.
Latihan Perang
Sementara itu dilaporkan bahwa pasukan Filipina dan AS telah melakukan latihan penanggulangan pendaratan di pantai Pulau Palawan yang menghadap ke LTS dengan mendemonstrasikan kemampuan persenjataan canggih dan kesiapan operasional yang turut mengikutsertakan pasukan dari Australia dan New Zealand seraya menguji kemampuan mereka untuk bekerja sama dalam melindungi perairan teritorial.
Panglima militer Filipina, Jenderal Romeo Brawner, menggarisbawahi nilai strategis lokasi tersebut, dengan mencatat bahwa Palawan menghadap LTS dan terletak di seberang gugusan Pulau Kalayaan, bagian dari Kepulauan Spratly yang dianggap Manila sebagai bagian dari zona ekonomi eksklusifnya.
“Kita sedang mempertahankan zona ekonomi eksklusif kita, tempat kita mendapatkan sumber daya, makanan, dan energi. Jadi, sangat penting bagi kita untuk mempertahankan wilayah Filipina ini,” kata Jenderal Brawner kepada wartawan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!