Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KPK Serukan Partai Politik Harus Jadi Kunci Cegah Korupsi dari Hulu

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 15:48 WIB | Oleh:
KPK Serukan Partai Politik Harus Jadi Kunci Cegah Korupsi dari Hulu Doc: RRI/Chairul Umam
Ket. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan partai politik harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan korupsi sejak hulu. Partai politik tidak hanya berfungsi sebagai instrumen kontestasi elektoral, tetapi juga wadah kaderisasi pemimpin bangsa berintegritas.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan partai politik menjadi fondasi penting dalam menjaga prinsip integritas dan akuntabilitas. “Karena dari proses kaderisasi inilah lahir calon pemimpin yang akan mengisi jabatan strategis,” ujar dia, Selasa (28/4).

KPK menilai penguatan sistem kaderisasi, pendidikan politik, serta rekrutmen yang transparan dan akuntabel menjadi langkah untuk mencegah korupsi. Ini karena praktik korupsi kerap berakar dari proses politik yang mahal dan transaksional, bahkan sebelum memperoleh jabatan.

Data KPK menunjukkan dari 1.951 pelaku korupsi pada periode 2004-2025, sebanyak 371 orang (19,02 persen) merupakan anggota DPR/DPRD. Selain itu terdapat 176 wali kota atau bupati serta 31 gubernur yang terjerat kasus korupsi.

Selama satu tahun terakhir, KPK juga telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap 11 kepala daerah. Artinya, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi harus diperkuat dengan pendidikan dan pencegahan.

Ini dilakukan melalui program Politik Cerdas Berintegritas (PCB) dan Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas). Melalui kedua program itu, KPK mendorong peningkatan integritas pejabat publik.

Program-program ini juga menyasar penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). KPK juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya dalam menolak praktik politik uang.

Melalui kampanye seperti gerakan “Hajar Serangan Fajar” dan edukasi publik, KPK mengajak masyarakat menjadi benteng utama melawan korupsi. "Praktik vote buying dan money politics bukan hanya merusak demokrasi, tetapi juga menjadi pintu masuk korupsi yang berulang,” kata Budi.

KPK berharap perbaikan tata kelola partai politik dapat berdampak luas terhadap kualitas kebijakan publik. Sehingga setiap kebijakan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Situ Cilangkap Disiapkan Menjadi Destinasi Unggulan  

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Situ Cilangkap Disiapkan Me...

Bogor Segera Ganti Angkot dengan Menyiapkan Biskita

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bogor Segera Ganti Angkot d...
Megapolitan
Ratusan Ekor Kucing Disteri...

Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026

38 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Menanti laporan MSCI, 23 Ju...

Tahan Dulu Beli Sepeda Motor Listrik, Belum Ada Insentif

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Tahan Dulu Beli Sepeda Moto...

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik

47 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Pemerintah Bebaskan Bea Mas...

Sebanyak 340 Imigran Rohingya Masih Ditampung di Aceh

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Sebanyak 340 Imigran Rohing...
Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.