Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Kekeringan, BPBD Penajam Paser Utara Instruksikan Pemetaan Air

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 14:45 WIB | Oleh:
Antisipasi Kekeringan, BPBD Penajam Paser Utara Instruksikan Pemetaan Air Doc: Antara Foto
Ket. Petani di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, panen padi di tengah perubahan iklim

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur meminta desa dan kelurahan untuk memetakan sumber air dan embung di wilayah masing-masing guna mengantisipasi musim kemarau yang diprakirakan lebih kering dan panjang.

"Kemarau berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan, kekeringan dan gagal panen," ujar Kepala BPBD Penajam Paser Utara Nurlaila, Selasa, ketika ditanya menyangkut antisipasi musim kemarau.

Kewaspadaan potensi bencana pada musim kemarau, kata dia, difokuskan kepada hasil panen petani, karena lahan pertanian di Penajam Paser Utara masih mengandalkan sistem pengairan tadah hujan.

Desa dan kelurahan diminta untuk memetakan potensi sumber air dan penampung air (embung) yang dapat digunakan sebagai pengairan lahan pertanian maupun untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Pemetaan sumber air dan embung tersebut sangat penting, jelas dia, untuk mengantisipasi terjadinya bencana kekeringan yang dapat berdampak terhadap hasil panen tanaman pangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau pada tahun ini lebih kering dan panjang, dan bakal berdampak terhadap sektor pertanian dan perkebunan.

BPBD Penajam Paser Utara melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan setempat untuk melakukan mitigasi terhadap risiko gagal panen petani saat musim kemarau.

"Saat ini curah hujan mulai menurun, ketika kemarau bisa mengakibatkan hasil panen tidak optimal terancam gagal panen," katanya.

Menurunnya curah hujan, kata dia, dikhawatirkan mempengaruhi kelangsungan ketahanan pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang masih mengandalkan tadah hujan untuk pengairan atau irigasi pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.