Perkuat Solidaritas, Indonesia Resmi Serahkan Kepemimpinan CAJ ke Malaysia
📅 Senin, 27 Apr 2026, 12:55 WIB | Oleh: Sriyono"Selamat kepada Presiden CAJ yang baru. Semoga CAJ tumbuh lebih kuat dan lebih dihormati sebagai pilar penting jurnalisme ASEAN," seru Atal.
Presiden baru CAJ Low Boon Tat menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
AI dan Keselamatan Jurnalis
Dalam sambutannya Low Boon Tat mencermati tentang masa depan jurnalisme di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) serta menekankan pentingnya keselamatan jurnalis khususnya di Asean dalam melakukan pekerjaannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika kita berbicara tentang masa depan jurnalisme, kita sebenarnya berbicara tentang masa depan kecerdasan buatan atau AI. AI benar-benar mengubah cara berita dibuat," kata Low Boon Tat.
Dia menyampaikan di masa depan AI akan menjadi bagian yang lebih besar di ruang redaksi, di mana AI akan membuat jurnalisme lebih cepat dan membantu berita menjangkau lebih banyak orang di seluruh dunia.
Dia juga mencermati pentingnya keselamatan jurnalis, dengan mencontohkan kejadian di Filipina, di mana seorang jurnalis menghadapi bertahun-tahun pelecehan daring, termasuk pesan kebencian dan penyalahgunaan, hanya karena melaporkan secara kritis tentang pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Myanmar, jurnalis juga ditahan saat meliput konflik dan mengalami penahanan militer. Hal tersebut menurutnya menunjukkan pola pelecehan, intimidasi, dan bahaya yang dihadapi insan media di seluruh Asean. "Dan ini adalah masalah besar," ujarnya.
Dia menyampaikan apabila Asean ingin mempromosikan jurnalisme yang jujur, maka ASEAN harus melindungi jurnalis termasuk seluruh insan media. Perlindungan, kata dia, menyangkut juga asuransi yang lebih baik.
"Asuransi tidak hanya harus mencakup cedera dasar, tetapi juga dukungan hukum, perawatan kesehatan mental, kehilangan peralatan, dan bantuan darurat saat bekerja di area berisiko. Semua insan media, bukan hanya jurnalis, harus termasuk dalam perlindungan ini," serunya.
Dia mengatakan perlindungan terhadap insan media tidak hanya harus datang dari perusahaan media. Otoritas di seluruh negara Asean juga memiliki tanggung jawab untuk berbuat lebih banyak.
"Pemerintah perlu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pekerja media, termasuk menegakkan hukum terhadap pelecehan dan kekerasan, memastikan serangan terhadap jurnalis diselidiki dengan benar, serta menghentikan penyalahgunaan hukum untuk membungkam pelaporan," tuturnya.
Peralihan kepemimpinan CAJ dari Indonesia kepada Malaysia ditandai dengan penyerahan pataka atau panji bendera CAJ yang dilakukan Presiden CAJ sebelumnya Atal S. Depari kepada Presiden CAJ baru Low Boon Tat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!