Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peran Desa Digenjot, Wamentan Minta Kades Jadi Penggerak Inklusivitas

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 19:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peran Desa Digenjot, Wamentan Minta Kades Jadi Penggerak Inklusivitas Doc: ANTARA/ Ahmad Fikri
Ket. Sejumlah warga penerima program Hak Pengelolaan Lahan dari Badan Bank Tanah dari Desa Batulawang, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat melakukan studi banding ke peternakan.

PURWOKERTO – Desa memiliki peran strategis dalam mendorong ekonomi inklusif karena menjadi titik awal distribusi peluang ekonomi yang lebih merata.

Dengan memanfaatkan potensi lokal—seperti pertanian, kerajinan, dan pariwisata berbasis komunitas—desa dapat menciptakan lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja setempat, termasuk kelompok rentan.

Kehadiran BUMDes, koperasi, serta UMKM menjadi instrumen penting untuk memperkuat akses masyarakat terhadap modal, pasar, dan teknologi.

Namun, inklusivitas tidak terjadi otomatis. Tantangan utama terletak pada kapasitas kelembagaan, kualitas SDM, dan konektivitas dengan pasar yang lebih luas. Tanpa penguatan tata kelola dan akses pembiayaan, potensi desa kerap terfragmentasi dan sulit berkembang.

Karena itu, intervensi kebijakan perlu diarahkan pada peningkatan literasi keuangan, digitalisasi usaha, serta kemitraan dengan sektor swasta agar desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi aktor utama dalam menciptakan pertumbuhan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak para kepala desa yang tergabung dalam Persatuan Kepala Desa Merah Putih Indonesia (PKMPI) untuk memperkuat peran desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata.

Dalam Pengukuhan dan Konsolidasi PKMPI Provinsi Jawa Tengah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (26/4), ia menegaskan bahwa desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pembangunan nasional, khususnya dalam sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

“Kalau anda bisa solid, kita bisa memberikan manfaat. Saya butuh kepala desa untuk bersama-sama membangun, karena desa adalah panggung politik paling penting,” katanya.

Menurut dia, selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran lima persen per tahun belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama di tingkat desa.

Ia mengibaratkan perekonomian nasional seperti sebuah “warung” yang terus berkembang, namun keuntungan dari pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat kecil.

“Warung yang namanya Indonesia ini makin besar, pelanggannya makin banyak, tetapi pertanyaannya, apakah yang punya warung makin sejahtera? Faktanya, masih banyak masyarakat yang belum merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bersama bagi pemerintah dan para pemimpin di tingkat desa untuk memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil.

Wamentan juga menyoroti masih adanya peningkatan jumlah penduduk miskin dalam kondisi tertentu, yang menunjukkan perlunya perbaikan distribusi hasil pembangunan.

“Kalau pertumbuhan tidak dinikmati secara merata, maka yang terjadi adalah ketimpangan. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.