Dibangun dari Tuban Sampai Gresik, Khofifah dan Wamen KP Bahas Percepatan Pembangunan Giant Sea Wall
📅 Minggu, 26 Apr 2026, 14:46 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SKhofifah juga menuturkan penguatan ekonomi sosial masyarakat pesisir melalui stabilitas wilayah untuk peningkatan daya saing kawasan Pantura sebagai koridor ekonomi utama Jawa Timur.
"Ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara berbasis ketahanan wilayah," tegasnya.
Pelaksanaan proyek GSW perlu memperhatikan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) yang telah terbit, peruntukan zona serta kegiatan eksisting yang ada.Tujuannya untuk menjamin kepastian hukum dan investasi, menghindari tumpang tindih pemanfaatan ruang laut, mencegah konflik sosial antara masyarakat, nelayan, dan pelaku usaha.
Sedangkan keberhasilan GSW sangat ditentukan oleh pendekatan implementasi yang dinilai mampu melindungi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir , mengedepankan partisipasi dan inklusivitas sosial, berbasis keberlanjutan lingkungan eco-engineering approach, yang mengintegrasikan aspek infrastruktur, sosial, ekonomi, dan ekologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jawa Timur memegang posisi strategis sebagai wilayah kunci di sepanjang Pantura Jawa sekaligus simpul utama logistik dan industri nasional," tuturnya.
Dalam visi besar Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara, GSW tidak hanya sekadar sebagai proyek proteksi fisik terhadap bencana, melainkan bentuk investasi jangka panjang yang krusial bagi ketahanan wilayah dan stabilitas ekonomi.
Di kesempatan ini Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa selain Tuban, Lamongan dan Gresik, daerah pesisir utara yang juga perlu mendapat intervensi adalah wilayah pantai utara Pulau Madura. Menurutnya wilayah utara Pulau Madura juga memiliki kerentanan yang perlu diperhatikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya rasa wilayah pantai utara Madura mulai Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep ini juga kerentanannya perlu diintervensi," ujarnya.
Sementara itu Wakil Menteri Kelautan Dan Perikanan / Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan kedatangan kali ini untuk membahas kampung nelayan merah putih dan pembangunan tanggul laut di Pantura khususnya yang ada di wilayah Jawa Timur. Ia menyebut saat ini tengah dilakukan penelitian dan assessment untuk dapat melaksanakan proyek tersebut.
"Banyak ya kita intervensi untuk tahun depan tapi yang sekarang sudah ada beberapa titik (kampung nelayan) yang sudah dibangun salah satunya ada di Gresik dan Malang Selatan," kata Didit Herdiawan Ashaf.
Hadir mendampingi Wakil Menteri Kelautan Dan Perikanan Deputi II Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Agus Adriyanto, Tenaga Ahli Utama Bidang Infrastruktur dan Sumber Daya Pesisir Susilo Adi Purwantoro, Tenaga Ahli Madya Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Pesisir Eko Yunianto, Tenaga Terampil Bidang Pengolah Data Evaluasi Javas Sofian Rusmana.
Turut hadir mendampingi Gubernur Khofifah Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jatim, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Prov. Jatim, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Prov. Jatim, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Jatim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!