Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah RI Kembali Desak PBB Lakukan Investigasi usai Gugurnya Praka Rico

📅 Sabtu, 25 Apr 2026, 21:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah RI Kembali Desak PBB Lakukan Investigasi usai Gugurnya Praka Rico Doc: ANTARA
Ket. Praka Rico Pramudia.

JAKARTA – Pemerintah Indonesia kembali mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh setelah gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, anggota Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) yang dirawat intensif pascainsiden akhir Maret 2026.

Dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI diterima di Jakarta, Sabtu (25/4), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Praka Rico dan tengah berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan.

"Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan," jelas Nabyl.

Pada kesempatan yang sama, Nabyl mengatakan bahwa Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya penjaga perdamaian asal Indonesia.

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, serangan terhadap personel tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

"Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini," kata Nabyl.

Dengan gugurnya Praka Rico maka Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI yang bertugas bersama UNIFIL dalam sebulan terakhir.

Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhond dinyatakan gugur akibat serangan artileri pada 29 Maret 2026, peristiwa sama yang mengakibatkan Praka Rico terluka dan harus dirawat intensif.

Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI yaitu Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan dinyatakan gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Dalam serangan pada 29-30 Maret dan 3 April, selain Praka Rico turut juga menyebabkan tujuh tentara TNI terluka.

Tidak hanya Indonesia, eskalasi ketengan di Lebanon juga menyebabkan Prancis kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL dalam serangan pada 18 April.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
PT KAI Catat Pengguna Acces...
Nasional
Antisipasi El Nino, Menteri...

Pemkot Bandung Perkuat Penanggulangan HIV/AIDS

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Perkuat Pena...

Wali Kota Bandung Kaji Skema Lumbung Pangan

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Kaji Skem...
Luar Negeri
Selat Hormuz Mulai Pulih, 2...
Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

20 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.