Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mari Belajar dari Proyek Besar Ayam Petelur di Aceh Tamiang

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 06:00 WIB | Oleh:
Mari Belajar dari Proyek Besar Ayam Petelur di Aceh Tamiang Doc: ist
Ket. ayam petelur

ACEH TAMIANG – Untuk memenuhi kebutuhan pangan warga, Pemerintah Aceh melalui ​UPTD Balai Non-Ruminansia Dinas Peternakan (Disnak) Aceh mendorong pengelolaan peternakan ayam petelur skala besar di pesisir Kabupaten Aceh Tamiang. Proyek ini dapat menjadi percontohan untuk daerah lainnya di Aceh.

"Kami berharap peternakan milik Pak Syaiful ini menjadi contoh pengembangan budidaya ayam petelur karena kapasitasnya yang mumpuni," kata Kepala UPTD Balai Non-Ruminansia Disnak Aceh Yessi Fandiba di Aceh Tamiang, Kamis.

​Dalam kunjungan ke lokasi peternakan ayam petelur tersebut, Yessi memantau langsung proses produksi telur segar dari ribuan ayam, dan menilai kebersihan kandangnya sangat terjaga serta memiliki suasana yang asri.

​"Kami sedang menjalankan kegiatan pengawasan dan monitoring di lokasi budidaya ayam. Ini merupakan bagian dari program pembinaan untuk menunjang peran masyarakat sekitar," ujar dia.

​Yessi menuturkan, tingkat konsumsi telur di Aceh mencapai 2,5 juta butir per hari. Tetapi, hingga saat ini, produksi lokal baru mampu memenuhi kurang dari 10 persen dari total kebutuhan tersebut.

​"Saat ini kita masih sangat bergantung pada pasokan dari daerah tetangga, yakni Sumatera Utara. Karena itu kami berharap peternakan ini menjadi bisa contoh," katanya.

​Ia menambahkan, meski terdapat peternakan serupa di Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Nagan Raya, Aceh Timur dan Aceh Selatan, tetapi kapasitas produksinya masih tergolong kecil dan lokasinya terpisah-pisah.

"Sebelum kemari kami sudah roadshow (keliling) ke daerah lain. Dan kandang yang luas seperti ini baru ada milik Pak Syaiful di Aceh Tamiang ya," ujar Yessi.

Sementara itu, pemilik peternakan Syaiful Bahri menyatakan komitmennya untuk memperluas skala produksi di daerah perbatasan Aceh-Sumut tersebut.

Saat ini, peternakannya menampung 20 ribu ekor ayam, terdiri dari empat kandang dengan target peningkatan menjadi 50 ribu ekor di tujuh kandang pada akhir 2026.

​"Cita-cita saya dari kandang di Seruway ini bisa mencapai 100 ribu ekor. Saat ini yang sudah berproduksi ada 10 ribu ekor dengan tingkat produktivitas mencapai 95,16 persen," kata Syaiful Bahri yang juga Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang itu.

​Sejauh ini, menurut dia, hasil produksi telurnya sudah dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan di Kota Kuala Simpang dan Lhokseumawe.

Karena itu, dirinya juga mendorong pengusaha lokal lainnya di Aceh jangan tidak ragu terjun ke bisnis peternakan ayam petelur guna mewujudkan kedaulatan pangan.

​"Untuk skala kecil seperti 1.000 atau 2.000 ekor, itu sebenarnya bisa dikelola oleh satu rumah tangga. Jika kita punya populasi tiga juta ekor ayam di Aceh, kita bisa mandiri dan tidak lagi bergantung pada Medan atau Blitar," kata Syaiful Bahri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.