Jatim Jadi Benteng Pangan RI: 38 Kabupaten Tanam Serentak Cegah Defisit Beras
📅 Jumat, 24 Apr 2026, 15:23 WIB | Oleh: Tim RedaksiIa menambahkan, Ngawi terus berinovasi lewat Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB), modernisasi irigasi, dan pemanfaatan teknologi untuk menghadapi perubahan iklim, termasuk potensi El Nino pertengahan 2026.
Selain pendekatan teknis, kegiatan ini diperkuat pendekatan sosial-spiritual lewat konsep “sawah bersholawat”. Perwakilan LPPNU Jatim, Yayu, menyebut momentum ini sudah lama ditunggu petani. Mengutip dawuh KH Hasyim, ia menegaskan petani adalah “gudangnya negara” dan profesi yang mulia.
“Pertanian bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga ramah perempuan. Peran perempuan besar, dari tanam hingga urus keluarga. Mari serahkan ikhtiar ini ke Allah SWT, insyaAllah Allah bantu kita,” ucapnya.
Di tingkat nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan swasembada pangan adalah agenda prioritas yang harus dicapai lewat kerja cepat dan terintegrasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kita harus bergerak cepat, tepat, dan bersama. Swasembada pangan kebutuhan bangsa yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!