Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jatim Jadi Benteng Pangan RI: 38 Kabupaten Tanam Serentak Cegah Defisit Beras

24 Jumat, 24 Apr 2026, 15:23 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jatim Jadi Benteng Pangan RI: 38 Kabupaten Tanam Serentak Cegah Defisit Beras Jatim Jadi Benteng Pangan RI: 38 Kabupaten Tanam Serentak Cegah Defisit Beras Doc: istimewa
Ket. Mengantisipasi awal musim kemarau, Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat tanam padi serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur

JAKARTA— Mengantisipasi awal musim kemarau, Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat tanam padi serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Langkah ini ditempuh untuk menjaga produksi pangan nasional sekaligus mengejar target swasembada pangan berkelanjutan.

Melalui gerakan tersebut, Kementan menargetkan kenaikan luas tambah tanam (LTT) 3,4% dalam sehari, atau dua kali lipat dibanding hari sebelumnya, sebagai akselerasi produksi di tengah potensi tekanan iklim.

Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Ngawi ini digelar Direktorat Jenderal Tanaman Pangan lewat Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) bersama Pemprov Jatim. Mengusung tema “Sawah Bersholawat Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan”, gerakan ini juga untuk mempertahankan tren positif sektor pertanian.

Data Kementan mencatat, luas tanam periode Oktober 2025–Maret 2026 naik 9,7%, sedangkan produksi beras tumbuh lebih dari 2% dibanding periode sama tahun lalu.

Kepala BBPOPT sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan (SPB) Jatim, Yuris Tiyanto, menegaskan percepatan tanam harus jadi gerakan kolektif yang terukur. 

“Lewat gerakan hari ini kami targetkan LTT naik 3,4% dalam satu hari atau dua kali lipat dari hari sebelumnya. Ini bukan seremoni, tapi harus berdampak nyata,” tegasnya.

“Ini kita dedikasikan untuk Jatim yang makmur. Tidak cukup jadi nomor satu, tapi harus dibarengi peningkatan hasil. Jatim harus selangkah lebih maju. Kita harus berjamaah, tidak bisa sendiri. Sinergi lintas instansi mutlak,” lanjutnya.

Untuk mendukung percepatan, Kementan memperkuat olah tanah, optimalisasi irigasi dan pompa air, serta koordinasi lintas sektor antara pemda, TNI, penyuluh, dan petani.

Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) juga dikawal lewat teknologi digital SIFORTUNA yang dikembangkan BBPOPT. Sistem ini kini jadi salah satu menu di dashboard Operation Room dan digunakan Kantor Staf Presiden (KSP) untuk melaporkan pengamanan produksi ke Presiden. 

“Dengan teknologi ini, potensi serangan OPT bisa diprediksi lebih awal sehingga pengendalian dapat dilakukan cepat dan tepat,” ujarnya.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Denny Kurniawan, mewakili Kepala Dinas, menekankan pentingnya keserentakan seluruh siklus produksi. 

“Tanam serentak harus diikuti panen serentak. Kita hadapi tantangan besar El Nino, tapi alhamdulillah enam tahun terakhir Jatim tetap nomor satu nasional,” katanya.

Dari daerah, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyebut sektor pertanian Ngawi terus mencatat kinerja positif. Produksi padi 2025 mencapai 772.571 ton Gabah Kering Giling (GKG), naik dari tahun sebelumnya dan menyumbang sekitar 7% produksi Jatim.

“Ngawi kini termasuk daerah produktivitas tinggi, peringkat tiga produksi padi Jatim setelah Lamongan dan Bojonegoro,” jelasnya.

Ia menambahkan, Ngawi terus berinovasi lewat Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB), modernisasi irigasi, dan pemanfaatan teknologi untuk menghadapi perubahan iklim, termasuk potensi El Nino pertengahan 2026.

Selain pendekatan teknis, kegiatan ini diperkuat pendekatan sosial-spiritual lewat konsep “sawah bersholawat”. Perwakilan LPPNU Jatim, Yayu, menyebut momentum ini sudah lama ditunggu petani. Mengutip dawuh KH Hasyim, ia menegaskan petani adalah “gudangnya negara” dan profesi yang mulia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Luar Negeri
Prancis Kerahkan Ribuan Pol...

LA Lakers Bangkit Kalahkan LA Clippers

44 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
LA Lakers Bangkit Kalahkan ...

Janice Tjen Juarai Ganda Putri Japan Open 2026

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Juarai Ganda Pu...
Daerah
Asap Karhutla Pekat Menyeli...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.