Pasok Tenaga Terampil, Kemnaker Fokuskan Vokasi ke KEK dan PSN
📅 Kamis, 23 Apr 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelatihan vokasi menjadi instrumen strategis untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja.
Dalam banyak kasus, tingginya angka pengangguran bukan semata karena kurangnya lapangan kerja, melainkan ketidaksesuaian keterampilan yang dimiliki dengan kebutuhan pasar.
Melalui pendekatan berbasis praktik dan kurikulum yang adaptif, pelatihan vokasi mampu menghasilkan tenaga kerja yang lebih siap pakai dan produktif.
Namun, efektivitas pelatihan vokasi sangat bergantung pada keterlibatan industri dalam perancangan program, sertifikasi kompetensi, serta penyerapan lulusan.
Tanpa itu, pelatihan berisiko menjadi tidak relevan dan kurang berdampak. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menjadi kunci agar pelatihan vokasi benar-benar mendorong peningkatan kualitas SDM dan daya saing ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pelatihan vokasi untuk memenuhi kebutuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Kemnaker turut menggandeng Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian dalam penyusunan skema pelatihan tersebut.
“Hari ini kami bertemu dengan pengelola KEK dan PSN. Ini kepentingan dari Kemnaker sebenarnya, alhamdulillah difasilitasi oleh Kemenko Perekonomian,” kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/4).
Sebaiknya Anda baca juga:
Yassierli menjelaskan, pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait memetakan sejumlah kebutuhan pelatihan agar relevan dengan permintaan industri di masing-masing kawasan.
“Jadi yang kami latih vokasi langsung. Mereka bisa bekerja, termasuk juga nanti ketika magang itu dijalankan, kami juga ingin adik-adik yang ikut magang ini memang mendapatkan pengalaman riil dari industri,” katanya menambahkan.
Menurut dia, kompetensi yang dilatih melalui program vokasi tersebut difokuskan kepada 25 KEK dengan berbagai variasi kebutuhan.
Adapun keterlibatan Kemenko Perekonomian serta perwakilan kawasan bertujuan agar program tersusun dengan lebih tepat sasaran.
“Kami petakan apa yang bisa kami lakukan ke depan, lebih konkret, dan lebih kolaboratif,” ujar dia.
Sebelumnya, Menaker menjelaskan bahwa Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 dirancang agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri serta semakin siap memasuki dunia kerja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!