Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Update Data Komcad 2026: Total Anggota Mendekati 50.000 Orang Sejak Tahun 2021

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 12:30 WIB | Oleh:
Update Data Komcad 2026: Total Anggota Mendekati 50.000 Orang Sejak Tahun 2021 Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. Kementerian Pertahanan mengungkapkan jumlah Komponen Cadangan (Komcad) secara nasional kini telah mendekati 50.000 orang sejak program tersebut mulai dijalankan pada 2021. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan pembukaan latihan Komcad ASN pada Rabu (22/4/2026).

JAKARTA - Kementerian Pertahanan mengungkapkan jumlah Komponen Cadangan (Komcad) secara nasional kini telah mendekati 50.000 orang sejak program tersebut mulai dijalankan pada 2021. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan pembukaan latihan Komcad ASN pada Rabu (22/4/2026).

Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, mengatakan pembentukan Komcad menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur pertahanan nasional. Ia menegaskan bahwa keberadaan Komcad berfungsi sebagai pengganda kekuatan TNI sebagai komponen utama.

"Jumlah sekarang puji syukur kurang lebih sekitar mendekati 50.000 anggota komponen cadangan," ujar Gabriel Lema.

Menurutnya, Komcad tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga sektor swasta. Keterlibatan lintas sektor ini dinilai memperkuat konsep pertahanan semesta yang mengandalkan seluruh elemen bangsa.

Program Komcad, lanjut dia, telah berjalan secara bertahap sejak 2021 dengan fokus awal pada penanaman nilai bela negara. Namun, saat ini pemerintah mulai mengarah pada penguatan fisik dan kesiapan nyata dalam sistem pertahanan.

"Komcad ini sejatinya adalah kekuatan untuk memperbesar, mendukung, dan melipatgandakan kekuatan komponen utama oleh TNI," katanya.

Dalam sistem pertahanan negara, Komcad merupakan bagian dari Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Sistem ini terdiri atas komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung yang disiapkan secara terpadu oleh pemerintah.

Gabriel Lema menilai potensi ASN sebagai bagian dari Komcad sangat besar mengingat jumlahnya yang mencapai jutaan orang di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pelibatan ASN dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan dan kualitas sumber daya manusia.

"ASN ini kurang lebih jumlah sekitar hampir 5 juta di seluruh Indonesia. Ini potensi kekuatan pertahanan yang terbesar," tuturnya.

Selain ASN, sektor swasta juga menjadi bagian dari pengembangan Komcad. Menurutnya, perusahaan dan tenaga kerja di dalamnya merupakan bagian dari ekosistem negara yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas nasional.

Kementerian Pertahanan memastikan program Komcad akan terus berlanjut sebagai strategi jangka panjang. Pemerintah menilai penguatan komponen cadangan menjadi langkah penting dalam menghadapi berbagai potensi ancaman terhadap kedaulatan negara.

Dengan jumlah yang terus bertambah, Komcad diharapkan mampu menjadi kekuatan pendukung yang siap digerakkan sewaktu-waktu. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sistem pertahanan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Program ini bukan saat ini saja tapi akan berlanjut dan berlanjut terus," ujar Gabriel Lema.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Pi...

AISMOLI: Kenaikan Harga BBM Peluang Percepatan Adopsi EV

38 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
AISMOLI: Kenaikan Harga BBM...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.