Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Startup' Indonesia Didorong Genjot Devisa

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 15:16 WIB | Oleh:
'Startup' Indonesia Didorong Genjot Devisa Doc: RRI/Hana Syarif
Ket. Founder KUMPUL.id, Faye Wongso

JAKARTA – Sebanyak empat startup terpilih Indonesia akan diberangkatkan ke Jepang melalui program BEKUP Global Scale-Up 2026 yang diselenggarakan Kemenekraf. Founder KUMPUL.id, Faye Wongso menyampaikan, partisipasi startup ini tidak hanya berorientasi pada ekspansi bisnis.

Keempatnya juga diharapkan dapat mendorong peningkatan devisa negara melalui sektor ekonomi kreatif. Menurut Faye, startup memiliki potensi besar untuk menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional di pasar global.

Kendati demikian, kata Faye, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, terutama dalam hal pendanaan. Ia menjelaskan, skema investasi berbasis ekuitas saat ini cenderung lebih kompleks.

“Karena lagi FDI (Foreign Direct Investment) itu lagi agak-agak tricky lah gitu di Indonesia. Cuman kita kan ada produk nih ada hal-hal yang mereka tuh bisa ada kerjasama bisnis sih, kita berharapnya,” kata Faye Wongso, dalam BEKUP Global Scale Up 2026: Startup Reveal and Final Brief for SusHi Tech 2026, di Jakarta, Selasa (21/4).

Karena itu, pendekatan yang didorong tidak semata mencari investor. Melainkan membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih konkret dengan mitra internasional.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menambahkan langkah ini sejalan dengan upaya memperluas eksistensi IP Indonesia di kancah global. Ia mencontohkan, sebelumnya pemerintah telah memfasilitasi pelaku industri gim serta animator Indonesia untuk tampil di panggung internasional.

“Harapannya nanti di sana mereka bisa mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Atau bahkan mendapatkan bisnis partner atau investasi untuk pengembangan usaha mereka,” ujar Teuku Riefky.

Selain itu, pemerintah memberikan pendampingan intensif kepada para startup. Termasuk dalam penyusunan proposal bisnis dan pemahaman pasar negara tujuan.

Hal ini dinilai penting agar pelaku usaha mampu menyusun strategi yang sesuai. Di antaranya pendekatan storytelling dengan karakter pasar, seperti Jepang yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap isu keberlanjutan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Tendi Alfaro
Tendi Alfaro
23 Apr 2026, 08:39 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.