Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Maluku Perketat Standar Ekspor Udang ke Tirai Bambu

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 06:40 WIB | Oleh:
Maluku Perketat Standar Ekspor Udang ke Tirai Bambu Doc: ist
Ket. sejahterakan rakyat dengan ekspor

AMBON – Nama baik harus dijaga termasuk untuk ekspor produk. Maka, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memastikan penerapan standar kesehatan dan mutu pada komoditas udang vaname yang akan diekspor ke Tiongkok.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Maluku Tengah, Senin (20/4), mengatakan penguatan standar dilakukan melalui penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) untuk memastikan seluruh proses produksi memenuhi ketentuan internasional.

"Hal ini kami lakukan untuk meningkatkan mutu udang vaname yang akan diekspor," ujar dia. 

Willy menjelaskan pihaknya juga memastikan penerapan biosekuriti, pengendalian penyakit, serta manajemen lingkungan berjalan optimal pada unit pembenihan sebagai hulu produksi yang berperan penting dalam menjamin kualitas benih.

Selain itu, tim turut meninjau fasilitas dermaga di Pelabuhan Opin guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta pemenuhan aspek perkarantinaan dalam proses distribusi dan ekspor.

"Melalui 'monitoring' dan surveilans CKIB, kami memastikan seluruh proses produksi hingga distribusi memenuhi standar yang dipersyaratkan negara tujuan," ujarnya.

Ia menambahkan BKHIT Maluku berkomitmen terus memberikan pendampingan teknis, pengawasan, serta fasilitasi kepada pelaku usaha guna meningkatkan daya saing produk perikanan daerah di pasar global.

"Ini menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pasar internasional, khususnya China," ujar dia. 

Berdasarkan data Best Trust Barantin tahun 2024, Kabupaten Maluku Tengah mencatat ekspor udang vaname ke Tiongkok sebesar 6.475 ton dengan nilai mencapai Rp477 miliar.

Sementara itu, pada awal 2025, nilai ekspor perikanan Maluku mencapai Rp448 miliar, dengan udang vaname menjadi komoditas unggulan yang mendominasi pasar ekspor.

Tambak Percontohan

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong pembangunan tambak percontohan di Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, dapat menjadi pusat transformasi teknologi bagi pembudi daya di wilayah Sojol, Sojol Utara, hingga Dampelas.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan tambak tersebut sudah mengaplikasikan sistem polikultur udang dan bandeng serta budi daya ikan nila.

"Tentunya, keberadaan tambak ini sangat membantu efisiensi para pembudi daya lokal di wilayah tersebut," kata Vera saat ditemui awak media di Sojol, Donggala, Sabtu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.