Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggota Komisi VI Minta Pensiunan BUMN Tidak Boleh Kehilangan Akses Layanan Kesehatan 

📅 Senin, 20 Apr 2026, 19:17 WIB | Oleh:
Anggota Komisi VI Minta Pensiunan BUMN Tidak Boleh Kehilangan Akses Layanan Kesehatan  Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Asep Wahyuwijaya menegaskan bahwa pensiunan BUMN tidak boleh kehilangan akses terhadap layanan kesehatan di tengah proses restrukturisasi perusahaan negara.

Hal itu disampaikan menyusul penghentian bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi pensiunan PT Angkasa Pura II sejak awal 2023, yang dinilai telah memberikan tekanan tambahan, terutama bagi pensiunan berpenghasilan rendah.

Menurut Asep, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak administratif, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas hidup para pensiunan yang sangat bergantung pada jaminan kesehatan di usia lanjut.

“Pensiunan tidak boleh kehilangan perlindungan dasar, terutama dalam hal akses kesehatan. Mereka adalah kelompok rentan yang harus menjadi prioritas dalam kebijakan sosial,” tegas Asep dalam keterangannya, Senin (20/4).

Ia menilai penghentian bantuan tersebut dilakukan tanpa skema pengganti yang memadai, sehingga perlu evaluasi menyeluruh agar kebijakan perusahaan tetap sejalan dengan prinsip keadilan sosial.

Dalam konteks restrukturisasi BUMN, termasuk integrasi Angkasa Pura II ke dalam holding InJourney, Asep mengingatkan agar transformasi korporasi tidak mengabaikan tanggung jawab sosial terhadap para pensiunan.

“Efisiensi dan transformasi harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kelompok rentan,” ujar legislator dari Dapil Jabar V itu.

Asep juga menekankan bahwa BUMN memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, ia mendorong agar bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi pensiunan dapat dipulihkan, setidaknya bagi kelompok berpenghasilan rendah. 

Jika belum memungkinkan, pemerintah dan BUMN diminta segera menyiapkan skema alternatif yang adil, transparan, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen, Fraksi Partai NasDem melalui Komisi VI DPR RI akan terus mengawal persoalan ini melalui mekanisme parlemen guna memastikan hadirnya solusi yang konkret dan berkeadilan.

“Efisiensi tidak boleh menghilangkan perlindungan dasar. Negara harus tetap hadir melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat, termasuk para pensiunan,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.