Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Petik yang Hijau, Bupati Kuningan Bongkar Rahasia Kopi Lokal Bisa Tembus Pasar Ekspor

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 19:35 WIB | Oleh:
Jangan Petik yang Hijau, Bupati Kuningan Bongkar Rahasia Kopi Lokal Bisa Tembus Pasar Ekspor Doc: ANTARA/HO-Pemkab Kuningan
Ket. Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (kiri) saat menghadiri kegiatan panen kopi di Desa Karangsari, Kuningan, Jawa Barat, Minggu (19/4).

KUNINGAN - Komoditas kopi asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kian memantapkan posisinya di kancah internasional seiring terpilihnya kopi Desa Karangsari, Kecamatan Darma untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi World of Coffee 2026 di Bangkok, Thailand, pada Mei mendatang.

Keberhasilan menembus proses kurasi ketat ini menjadi bukti bahwa mutu kopi lokal dari wilayah Kecamatan Darma mampu bersaing dengan standar global. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan momentum penting bagi penguatan ekosistem produksi dan perluasan pasar ekspor yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani di kaki Gunung Ciremai.

“Kopi dari Karangsari telah lolos kurasi untuk tampil pada pameran internasional, serta kembali berpartisipasi dalam ajang World of Coffee 2026 di Bangkok pada 7-9 Mei 2026,” katanya di Kuningan, Minggu.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan mutu kopi Kuningan mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus membuka peluang perluasan pasar ekspor.

Dian mengatakan keberhasilan itu tidak lepas dari peran petani, dalam menjaga produktivitas dan mengembangkan inovasi budidaya.

Ia menilai kopi tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, namun telah bagian dari ekosistem kreativitas masyarakat di Kabupaten Kuningan.

Dian pun menekankan pentingnya menjaga kualitas sejak proses pemetikan hingga pengolahan, guna mempertahankan cita rasa dan nilai jual.

“Jangan memetik yang masih hijau. Kualitas harus dijaga, termasuk proses pengolahan yang bersih agar cita rasa kopi tetap terjaga,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kejujuran dalam pemasaran karena kepercayaan menjadi kunci dalam membangun usaha berkelanjutan.

Dian menegaskan sektor pertanian, termasuk kopi, menjadi prioritas pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pihaknya pun mendata produksi kopi pada 2025 menunjukkan tren positif, dengan robusta seluas sekitar 1.500 hektare menghasilkan 1.173 ton dan arabika seluas 236 hektare mencapai 63 ton.

Sementara itu, penanggung jawab Merta Kopi Karangsari Dede Rokanda mengatakan perkembangan kopi di wilayahnya didorong sinergi antara petani, pemerintah, dan dukungan berbagai pihak.

Ia menyebut komunitas kopi Karangsari bermula dari inisiatif pemuda saat pandemi, yang berkembang menjadi kelompok tani hingga koperasi.

“Tantangan saat ini adalah keterbatasan produksi, sehingga diperlukan dukungan perluasan lahan dan penguatan kapasitas petani agar mampu memenuhi permintaan pasar,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Inovasi BRIN Dorong Energi ...
Luar Negeri
Elon Musk Jadi Triliuner Pe...
Luar Negeri
Bagaimana Intelijen Tiongko...
Luar Negeri
Krisis Energi Akut, Kuba Am...
Daerah
Kegiatan Perkemahan untuk P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Tembus Rp113 Triliun! Ini Siasat KEK Gresik Sedot Investasi di Awal 2026

Tembus Rp113 Triliun! Ini Siasat KEK Gresik Sedot Investasi di Awal 2026

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.