Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Jakarta Boleh Bergembira, Akan Ada Pengurangan Pajak

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 14:38 WIB | Oleh:
Warga Jakarta Boleh Bergembira, Akan Ada Pengurangan Pajak Doc: ist
Ket. turunkan pajak

JAKARTA – Melihat kondisi tekanan geopolitik global, warga Jakarta akan dikurangi kewajiban pajaknya. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku sedang mengkaji kebijakan pengurangan pajak daerah sebagai respons terhadap tekanan geopolitik global yang masih berlangsung.

Pramono menyebutkan kondisi global saat ini, termasuk konflik di Timur Tengah dan potensi dampak El Nino, menjadi tantangan bagi perekonomian Jakarta.

“Kami sedang mengkaji pengurangan pajak daerah. Jakarta akan mengeluarkan instrumen perpajakan yang lebih kompetitif dan lebih menarik,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Jumat.

Dia pun berharap kebijakan tersebut dapat memberikan relaksasi bagi masyarakat dan pelaku usaha di tengah ketidakpastian global, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Tekanan geopolitik maupun tekanan ekonomi ini perlu kita respons dengan memberikan relaksasi. Nanti, pada waktunya, akan kami umumkan paket kebijakan perpajakan,” ungkap Pramono.

Dia menjelaskan kebijakan tersebut akan dikemas dalam beberapa paket insentif yang saat ini masih dalam tahap finalisasi.

Kebijakan itu diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi sehingga tetap bergairah.

Di sisi lain, dia memastikan kondisi ekonomi Jakarta masih relatif terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat lebih tinggi dari nasional, sementara inflasi tetap terkendali.

"Inflasi Jakarta yang berada di angka 3,37 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,48 persen. Pertumbuhan ekonominya lebih tinggi, tetapi inflasinya lebih rendah. Artinya, ekonomi Jakarta terawat dengan baik,” tutur Pramono.

Kendati demikian, dia mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berhati-hati dalam menyusun kebijakan fiskal agar tetap seimbang antara memberikan stimulus dan menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kami ingin momentum ekonomi yang baik ini tetap terjaga, tapi juga memberikan ruang bagi masyarakat dan dunia usaha untuk bertahan di tengah tekanan global,” ucap Pramono. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.