Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenpar Ni Luh Puspa: Insentif Fiskal Dorong Pariwisata di Tengah Kenaikan Avtur.

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 14:53 WIB | Oleh:
Wamenpar Ni Luh Puspa: Insentif Fiskal Dorong Pariwisata di Tengah Kenaikan Avtur. Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa diwawancarai wartawan di sela Dharma Santi Nyepi Kemenpar di Kampus Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (17/4).

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyebutkan insentif fiskal hulu hingga hilir yang disediakan pemerintah guna mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar avtur bertujuan mendongkrak keberlanjutan pariwisata Indonesia.

“Kami punya optimisme bahwa pariwisata ini masih akan tetap terjaga,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa di sela Dharma Santi Nyepi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Kampus Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.

Mantan jurnalis televisi itu menambahkan dari sisi hulu, pemerintah telah menetapkan insentif fiskal berupa pajak pertambahan nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 11 persen untuk tiket kelas ekonomi.

Presiden Prabowo Subianto, lanjut dia, telah menginstruksikan untuk menekan harga tiket pesawat maksimal pada rentang 9-13 persen.

Bantalan itu diharapkan dapat menjadi penopang di tengah penyesuaian biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) dengan batas atas menjadi sebesar 38 persen untuk seluruh jenis pesawat, kata Ni Luh Puspa.

Sebelumnya, batas fuel surcharge untuk pesawat jet sebesar 10 persen dan propeller 25 persen.

Adapun penyesuaian biaya tersebut tidak bisa terhindarkan setelah harga minyak dunia melonjak dampak konflik di Timur Tengah.

“Harapannya semua bisa win win solution, dari maskapainya juga tidak merugi, begitu juga masyarakat, meski kenaikan harga tiket terjadi tetapi tetap bisa terkontrol,” katanya menambahkan.

Selain itu, dari sisi hilir, Kementerian Pariwisata berkomunikasi intensif dengan pelaku industri pariwisata untuk menyediakan paket menarik wisatawan misalnya bundling atau paket wisata dengan harga khusus untuk strategi pemasaran.

Paket tersebut, menurut dia, di antaranya dari harga perhotelan hingga paket atraksi wisata yang ditawarkan kepada masyarakat untuk menarik minat wisata.

Selain itu, lanjutnya, mengantisipasi peralihan moda transportasi dari udara ke darat, pemerintah juga memastikan infrastruktur jalan darat terkoneksi dengan baik misalnya lintas Jawa, Kalimantan, Sumatera hingga Sulawesi.

Ia pun optimistis insentif tersebut akan menarik minat berwisata khususnya menjelang momentum libur anak sekolah yang biasanya terjadi pada pertengahan tahun.

Adapun harga minyak dunia sempat melonjak dan saat ini mengalami fluktuasi meski berada pada kisaran 100 dolar AS per barel, atau melampaui asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 70 dolar AS per barel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.