Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Alarm Subsidi dan Inflasi Makin Nyaring, Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus 102 Dolar AS

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alarm Subsidi dan Inflasi Makin Nyaring, Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus 102 Dolar AS Doc: ANTARA/ HO-Pertamina
Ket. Ilustrasi - Kilang migas lepas pantai Pertamina Hulu Mahakam di perairan Kalimantan Timur.

JAKARTA – Kenaikan harga minyak mentah Indonesia mencerminkan kombinasi faktor eksternal dan domestik yang saling memperkuat.

Dari sisi global, terbatasnya pasokan akibat ketegangan geopolitik dan kebijakan produksi negara-negara penghasil minyak mendorong harga ke level yang lebih tinggi.

Sementara itu, permintaan energi yang tetap solid, terutama dari negara berkembang, turut menjaga tren kenaikan harga.

Bagi Indonesia, kondisi ini memberikan dua sisi dampak. Di satu sisi, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan penerimaan negara dari sektor migas.

Namun di sisi lain, tekanan terhadap subsidi energi dan biaya impor juga meningkat, yang dapat membebani fiskal serta memicu inflasi domestik.

Dengan demikian, pengelolaan kebijakan energi dan fiskal menjadi kunci untuk memaksimalkan manfaat sekaligus meredam risiko dari tren kenaikan harga minyak tersebut.

Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret 2026 ditetapkan sebesar 102,26 dolar AS per barel, naik 33,47 dolar AS per barel dibandingkan Februari.

“Rata-rata ICP bulan Maret 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar 33,47 dolar AS per barel dibandingkan bulan Februari 2026, dari 68,79 dolar AS per barel menjadi 102,26 dolar AS per barel,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (17/4).

Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 149.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Maret 2026.

Laode menyampaikan bahwa lonjakan ICP tersebut tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang memanas sepanjang Maret 2026.

“Kenaikan ini sejalan dengan tren harga minyak mentah utama dunia yang juga mengalami peningkatan tajam," ujar Laode.

Lebih lanjut, Laode menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak mentah global dipicu oleh eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia.

Salah satu faktor utama adalah terganggunya jalur distribusi energi global termasuk penghentian pelayaran melalui Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Selain itu, berbagai serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah turut memperburuk kondisi pasokan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Sekolah Negeri Jakarta siapkan 228.000 Bangku dalam SPMB

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Sekolah Negeri Jakarta siap...

Harga Emas Ngulet Rp18.000

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Harga Emas Ngulet Rp18.000
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak BBM
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.