IHSG Melemah Hari ini Terseret Geopolitik, Investor Menunggu Keajaiban dari Negosiasi AS–Iran
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim PenulisNamun demikian, Selat Hormuz tetap tertutup secara efektif di bawah blokade ganda, dan laporan menunjukkan bahwa Iran dapat mempertimbangkan untuk mengizinkan jalur bebas bagi kapal melalui sisi Oman di Selat Hormuz, apabila kesepakatan tercapai untuk mencegah eskalasi baru.
"Pelaku pasar menilai prospek negosiasi ulang dan potensi kesepakatan perdamaian jangka panjang antara AS dan Iran. Kabarnya ini membuat penurunan harga minyak diperdagangkan di bawah 100 dolar AS per barel, yang membantu meredakan kekhawatiran inflasi," ujar Nico.
Di sisi lain, Nico mengingatkan bahwa pelaku pasar tetap sensitif terhadap perkembangan di Selat Hormuz, karena gangguan baru pada jalur pasokan energi dapat dengan cepat membebani sentimen dan memicu volatilitas.
Dari China, National Bureau of Statistics China melaporkan pertumbuhan ekonomi China secara tumbuh 5 persen year on year (yoy) pada kuartal I-2026, meningkat dari 4,5 persen pada kuartal sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pertumbuhan tersebut cukup positif, sehingga memberikan gambaran kemampuan pemerintah China dalam menjaga ekonominya di tengah guncangan ketidakpastian global, serta menunjukkan kondisi ekspor yang lebih kuat membantu mengimbangi permintaan domestik yang masih lesu," ujar Nico.
Dari dalam negeri, Nico mengatakan pelaku pasar tampaknya masih mencermati perkembangan dinamika konflik di Timur Tengah, seiring putaran kedua perundingan antara AS dan Iran tengah dalam pembahasan, dan belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.
Selain itu, pasar diwarnai aksi profit taking setelah IHSG mengalami rally selama lima hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sentimen lainnya yaitu pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh melambat, merujuk rilis dari International Monetary Fund (IMF) yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen (yoy) tahun 2026, atau turun dari proyeksi sebelumnya 5,1 persen (yoy), dan naik tipis menjadi 5,1 persen (yoy) pada 2027.
Secara global, IMF juga memperkirakan pertumbuhan melambat ke 3,1 persen (yoy) pada 2026 akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 3,00 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor teknologi yang masing-masing naik sebesar 2,08 persen dan 1,43 persen.
Sedangkan tujuh sektor terkoreksi yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 0,71 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor properti yang turun masing-masing sebesar 0,67 persen dan 0,44 persen.
Sedangkan Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DEFI, KRYA, LABA, AYLS, dan AGRO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni PSDN, SDMU, SMIL, IFSH dan ROTI.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!