Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akselerasi Energi Nabati: Kementan Gandeng Danantara, Solusi atau Tantangan Baru?

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akselerasi Energi Nabati: Kementan Gandeng Danantara, Solusi atau Tantangan Baru? Doc: Antara/ Subagyo
Ket. Ilustrasi-Seorang staf menunjukkan sampel biodiesel di stan pameran pada ajang 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 di Nusa Dua, Bali.

JAKARTA – Percepatan penerapan B50 dan E20 mencerminkan upaya strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Dengan meningkatkan campuran biodiesel hingga 50 persen dan bioetanol 20 persen, kebijakan ini tidak hanya menekan defisit neraca energi, tetapi juga mendorong hilirisasi komoditas domestik seperti kelapa sawit dan tebu.

Dalam kerangka ini, energi terbarukan berbasis nabati menjadi instrumen ekonomi sekaligus kebijakan industri.

Namun, implementasinya menghadapi sejumlah tantangan struktural. Kesiapan infrastruktur distribusi, kualitas bahan bakar, serta kompatibilitas mesin menjadi faktor krusial yang harus dipastikan agar tidak menimbulkan gangguan teknis di lapangan.

Di sisi lain, peningkatan serapan bahan baku juga berpotensi memicu tekanan pada harga komoditas dan rantai pasok, terutama jika tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas.

Karena itu, percepatan B50 dan E20 perlu diiringi dengan kebijakan pendukung yang komprehensif, mulai dari insentif industri, riset teknologi, hingga penguatan tata kelola pasokan.

Pendekatan yang terukur akan memastikan kebijakan ini tidak hanya menjadi simbol transisi energi, tetapi juga benar-benar memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Danantara untuk mempercepat bahan bakar biodiesel B50 dan etanol atau E20, guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah situasi geopolitik global.

Amran mengatakan percepatan bioenergi merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan secara kolaboratif lintas sektor.

“Ini arahan Bapak Presiden. Kami bersama BUMN, Danantara, kami kolaborasi untuk mewujudkan gagasan besar Bapak Presiden,” kata Mentan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (.

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama BUMN mempercepat pengembangan bioenergi nasional, mulai dari biodiesel hingga etanol, sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi.

Ia menekankan, salah satu fokus utama saat ini adalah implementasi biodiesel B50 yang ditargetkan mulai berjalan tahun ini.

“Arahan Bapak Presiden, yaitu biofuel. B50 jalan kita stop impor solar 5 juta ton. Nah ini capaian yang luar biasa. Karena akan membuka lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.

Selain biodiesel, pemerintah juga mendorong percepatan pengembangan etanol sebagai bagian dari bauran energi nasional melalui mandatori E20.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mesir Coba Redam Titik Didi...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.