Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Perlu Evaluasi Anggaran Energi

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Perlu Evaluasi Anggaran Energi Doc: antara
Ket. Gagalnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu ketegangan di Selat Hormuz dinilai berpotensi menekan anggaran energi Indonesia.

Jakarta – Gagalnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu ketegangan di Selat Hormuz dinilai berpotensi menekan anggaran energi Indonesia. Sejumlah ekonom mendorong pemerintah untuk mengevaluasi postur anggaran energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Seperti dikutip dari Antara, Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai evaluasi tersebut penting terutama terkait harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.

“Sangat perlu (evaluasi anggaran), terutama terkait harga BBM dan LPG non-subsidi, dan volume BBM/LPG subsidi perlu disesuaikan dengan kemampuan fiskal kita,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/4).

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menjamin harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026. Namun, menurutnya, penyaluran subsidi tetap perlu diperbaiki agar lebih tepat sasaran.

“Ide yang pantas untuk dijalankan adalah bensin subsidi hanya untuk motor dan kendaraan umum, lalu solar subsidi hanya untuk kendaraan umum. Langkah ini, selain akan menghemat juga akan mempermudah pengawasan di lapangan,” jelasnya.

Kegagalan perundingan AS–Iran di Islamabad pada 12 April telah mendorong lonjakan harga minyak global. Harga minyak mentah Brent tercatat naik hingga sekitar 102 dollar AS per barel, sementara minyak mentah WTI menembus 104 dollar AS per barel.

Wijayanto memperkirakan harga minyak masih berpotensi meningkat jika ketegangan berlanjut, bahkan bisa mencapai 150 dollar AS per barel jika terjadi blokade penuh di Selat Hormuz.

“Tentunya kita semua tidak mengharapkan ini dan Trump belum tentu berani melakukan karena akan mendapatkan perlawanan dari rakyat AS sendiri yang terpukul oleh kenaikan harga BBM di dalam negeri mereka,” katanya.

Siapkan Strategi

Pandangan serupa disampaikan Direktur Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, yang menilai pemerintah perlu menyiapkan strategi menghadapi lonjakan harga energi global.

“Niat menahan harga BBM (subsidi) patut diapresiasi, namun sekarang kita perlu antisipasi faktor harga karena sejak awal krisis terjadi perbedaan besar antara harga minyak di pasar fisik Timur Tengah dan harga yang beredar,” ujarnya.

Ia menjelaskan adanya selisih harga tersebut dipengaruhi oleh keterlambatan distribusi minyak dari Timur Tengah, sehingga dampak kenaikan harga belum sepenuhnya tercermin di pasar global.

“Harga referensi minyak seperti Brent tampak masih belum menginternalisasi perubahan karena masih ada jeda waktu dari kapal-kapal yang masih berlayar di awal Maret,” tuturnya.

Putra menambahkan, sejumlah negara telah mulai menyesuaikan harga BBM secara bertahap. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia perlu terus mengevaluasi kemampuan APBN agar tidak membebani badan usaha energi nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ayo Simak Pesan Khusus dari Bupati Sleman Ini

1 jam lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Ayo Simak Pesan Khusus dari...
Luar Negeri
Ini yang Dilakukan Uni Erop...
Nasional
Gawat! Krisis Air Semakin B...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
    Ini Dia Cara menutup,menonaktifkan kartu kredit BNI? Untuk ...
    Untuk menutup kartu kredit Bank BNI Hubungi BNICall ...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

31 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.