Kedelai Melonjak Imbas Perang, Pemerintah Janji Kawal Pasokan dan Harga
📅 Selasa, 14 Apr 2026, 18:20 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Kenaikan harga komoditas kedelai mencerminkan kuatnya pengaruh faktor eksternal dalam pembentukan harga pangan domestik.
Peran negara produsen utama, dinamika cuaca, serta kebijakan perdagangan global menjadi penentu utama pasokan dan harga di pasar internasional.
Ketika produksi terganggu atau terjadi pembatasan ekspor, tekanan harga langsung merambat ke negara importir seperti Indonesia.
Kondisi ini memperlihatkan tingginya ketergantungan terhadap impor kedelai, terutama untuk kebutuhan industri pangan seperti tahu dan tempe.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pada pelaku usaha, tetapi juga berpotensi menekan daya beli masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, penguatan produksi dalam negeri, diversifikasi sumber impor, serta stabilisasi kebijakan menjadi kunci untuk meredam volatilitas harga dan menjaga ketahanan pangan.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan pemerintah mengawal adanya isu atau potensi kenaikan harga komoditas kedelai imbas perang antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
“Ya, kita monitor. Kita monitor semua. Tugas pemerintah itu, kan, ya, tidak hanya kita ngomong kedelai, kita ngomongin BBM, ngomongin itu semua, kan. Ada impor, ada ekspor,” kata Wamentan saat ditemui usai Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Kehutanan dan Menteri Kelautan dan Perikanan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/4).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini semua pemerintah perhatikan. Semua, bagaimana caranya gejolak di luar itu kemudian tidak banyak berimbas secara langsung signifikan di dalam negeri,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga kedelai tetap terkendali di tengah isu lonjakan harga kedelai impor hingga Rp20 ribu per kilogram (kg).
Pemerintah sendiri juga telah menetapkan Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP) kedelai di tingkat konsumen atau perajin tahu dan tempe.
Dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, HAP kedelai lokal maksimal di Rp11.400 per kg, sementara HAP untuk kedelai impor maksimal di Rp12.000 per kg.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meminta para importir untuk tidak menaikkan harga kedelai secara berlebihan guna menjaga stabilitas pangan.
“Kedelai nanti kita minta kepada seluruh importir jangan menaikkan harga terlalu tinggi. Marilah kita menjaga stabilitas harga pangan dan kita ada empati perasaan peduli kepada saudara-saudara kita,” kata Amran di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!