Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Emas Bangkit! World Gold Council Ramal Tren Positif Usai Anjlok 12%

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Emas Bangkit! World Gold Council Ramal Tren Positif Usai Anjlok 12% Doc: ANTARA/ Aprillio Akbar
Ket. Karyawan menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia ANTAM kompleks DP Mall, Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Tren harga emas yang diprediksi kembali positif mencerminkan meningkatnya preferensi investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Faktor seperti potensi pelonggaran kebijakan moneter, pelemahan dolar AS, serta eskalasi risiko geopolitik menjadi pendorong utama yang memperkuat daya tarik emas sebagai safe haven.

Secara analitis, prospek penguatan emas juga didukung oleh meningkatnya permintaan dari bank sentral dan investor institusional yang melakukan diversifikasi cadangan.

Namun, arah pergerakan tetap bergantung pada dinamika suku bunga global—ketika imbal hasil aset berbunga naik, daya tarik emas bisa tertekan.

Dengan demikian, tren positif emas bersifat kondisional, bergantung pada keseimbangan antara risiko global dan kebijakan moneter.

Dewan Emas Dunia atau World Gold Council memprediksi pergerakan harga emas akan kembali mengalami tren positif dengan adanya penguatan faktor-faktor fundamental usai turun 12 persen pada Maret 2026 menjadi 4.608 dolar AS per troy ons.

Senior Quantitative Analyst World Gold Council Johan Palmberg menyatakan, penurunan tersebut menandai koreksi harga emas terdalam selama hampir 13 tahun terakhir, atau sejak Juni 2013.

“Terdapat indikasi awal bagi emas melanjutkan tren positifnya (pada April ini), tetapi risiko jangka pendek termasuk mobilisasi bank sentral dan pengurangan beban utang (deleveraging) masih tetap ada,” ucap Johan Palmberg dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (14/4).

Ia menuturkan, penurunan harga pada Maret lalu tersebut dipicu aksi jual besar-besaran akibat penumpukan eksposur investor retail terhadap emas, tercermin dari arus keluar Exchange Traded Fund (ETF) emas global sebesar 12 miliar dolar AS atau setara 84 ton emas pada bulan lalu.

Selain itu, upaya investor untuk mengurangi beban utang di tengah tingginya margin utang (debt margin) dibandingkan kapitalisasi pasar serta meningkatnya kebutuhan terhadap likuiditas juga diduga memicu aksi jual berbagai aset investasi, termasuk emas, obligasi, dan saham.

Johan mengatakan, tekanan terhadap harga emas juga diakibatkan oleh spekulasi pasar mengenai potensi aksi jual emas oleh bank-bank sentral dunia usai Bank Sentral Republik Turki (Central Bank of the Republic of Turkey/CBRT) menggunakan sekitar 50 ton emas sebagai agunan.

Meskipun demikian, pihaknya melihat terdapat potensi stabilisasi dan tren pergerakan positif harga emas sejak awal April 2026.

Hal tersebut disebabkan kurs dolar AS kesulitan mempertahankan penguatan qqqqdan gagal menembus level tertinggi terbaru secara signifikan, sehingga mengurangi salah satu sumber tekanan harga emas dalam jangka pendek.

Arus masuk ETF emas pada awal bulan ini juga terpantau positif di berbagai regional. Permintaan lindung nilai (hedging) jangka pendek pun tercatat masih tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...

Kawasan Tempat Pembuangan Akhir Galuga Alami Kebakaran

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Kawasan Tempat Pembuangan A...
Daerah
Pikiran Para Pejabat Harus ...

Rupiah Rentan Tertekan - 08 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Rentan Tertekan - 08...

Ini Baru, Lubang Biopori Berfungsi Tiga yang Menguntungkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ini Baru, Lubang Biopori Be...
Megapolitan
Pendapatan Lokal Bekasi Dic...
Advertisement
Menko Yusril Tegaskan Dirinya Bukan Penulis Buku "Islam ala Prabowo"

Menko Yusril Tegaskan Dirinya Bukan Penulis Buku "Islam ala Prabowo"

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.