Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akibat Trauma, Korban Gempa Adonara NTT Masih Tidur di Luar Rumah

📅 Senin, 13 Apr 2026, 15:55 WIB | Oleh:
Akibat Trauma, Korban Gempa Adonara NTT Masih Tidur di Luar Rumah Doc: ANTARA/HO-Joni
Ket. Warga membuat tenda darurat di depan rumah untuk tidur malam.

KUPANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan warga korban gempa bumi di Adonara hingga saat ini masih memilih untuk tidur di tenda akibat gempa susulan yang masih terus terjadi.

“Warga masih trauma, sehingga beberapa warga memilih untuk tidur di luar rumah dengan tenda,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur Maria Goretty Nebo Tukan saat dihubungi dari Kupang, Senin.

Hal ini disampaikan berkaitan dengan perkembangan dampak gempa bumi dengan magnitudo 4,7 yang terjadi pada Jumat (9/4) pukul 00.30 WITA lalu yang menghancurkan ratusan rumah warga di dua desa yakni Terong dan Lamahala Jaya di Kecamatan Adonara Timur.

Dia mengatakan hingga Minggu (12/4) kemarin total jumlah pengungsi yang mengungsi mencapai di dua desa tersebut mencapai 1.383 jiwa yang tersebar di beberapa titik.

Maria Goretty menambahkan BPBD tidak mendirikan satu tenda khusus untuk para pengungsi di dua desa tersebut, namun didirikan di beberapa lokasi yang dekat dengan rumah warga.

“Kita tidak mendirikan tenda di satu lokasi, tetapi tersebar di beberapa lokasi dekat dengan rumah warga. karena memang warga tidak kehilangan pekerjaan tidak seperti di erupsi Lewotobi,” ucapnya.

Selain itu, kata dia,  sejumlah logistik atau bantuan juga sudah didistribusikan kepada para pengungsi di daerah itu, termasuk beras yang dibagikan kepada para korban gempa bumi.

Josep, warga di Desa Baniona, Kecamatan Wotan Ulumado, yang Desanya tidak jauh dari Lamahala dan Terong mengaku, sudah empat malam tidur di teras rumah.

“Kalau di desa kami memang tidak ada rumah yang rusak, tetapi saya dan beberapa warga sekitar memang sudah empat malam berturut-turut tidur di teras rumah, untuk berjaga-jaga saja, jangan sampai ada gempa susulan lagi yang lebih besar,” ujar dia.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi magnitudo 4,7 terjadi pada Kamis (9/4) pukul 00.30 WITA.

Episenter gempa terletak pada koordinat 8,36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 123,15 derajat Bujur Timur (BT), tepatnya di darat pada jarak 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman lima kilometer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.