Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diduga Timbun Ribuan Tabung, Pemkab Lumajang Tutup Pangkalan Elpiji

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 05:48 WIB | Oleh:
Diduga Timbun Ribuan Tabung, Pemkab Lumajang Tutup Pangkalan Elpiji Doc: Istimewa
Ket. Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama pihak Pertamina menutup operasional pangkalan eliji yang diduga melakukan penimbunan di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Sabtu (11/4).

LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menutup operasional pangkalan elpiji 3 kilogram di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, yang diduga melakukan penimbunan hingga sekitar 1.000 tabung.

Dikutip dari Antara, Bupati Lumajang Indah Amperawati di Lumajang, Sabtu, mengatakan penutupan dilakukan setelah ditemukan indikasi kuat adanya praktik penimbunan yang berdampak pada kelangkaan elpiji bersubsidi di masyarakat.

"Kelangkaan elpiji di Lumajang tidak bisa dilepaskan dari dugaan praktik penimbunan, sehingga kami langsung melakukan pengecekan di lapangan," katanya.

Ia menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan distribusi elpiji bersubsidi tepat sasaran.

Menurut dia, kebijakan penutupan diambil sebagai tindak lanjut rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, agen, dan pangkalan elpiji, menyusul meningkatnya keluhan masyarakat terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram.

Pemerintah daerah kemudian melakukan inspeksi mendadak tanpa pemberitahuan untuk memastikan kondisi di lapangan.

Hasil inspeksi menunjukkan jumlah tabung elpiji yang disimpan pangkalan jauh melebihi batas ketentuan.

"Setiap pangkalan hanya diperbolehkan menyimpan sekitar 200 tabung, namun di lokasi ditemukan hampir 1.000 tabung. Ini merupakan pelanggaran serius," ujarnya.

Ia menambahkan dampak penyimpangan tersebut dirasakan masyarakat melalui kelangkaan dan kenaikan harga elpiji di tingkat pengecer.

Harga elpiji 3 kilogram dilaporkan mencapai 24 ribu hingga 25 ribu rupiah per tabung, bahkan di wilayah tertentu menembus Rp35 ribu, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp18 ribu per tabung.

Bupati mengingatkan seluruh pihak dalam rantai distribusi, mulai dari stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE), agen, hingga pangkalan, agar menjalankan peran secara bertanggung jawab.

"Jangan main-main dalam pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Pemkab Lumajang, lanjut dia, akan terus memperkuat pengawasan distribusi elpiji serta membuka ruang partisipasi masyarakat untuk melaporkan dugaan penyimpangan.

Dengan langkah tersebut diharapkan distribusi elpiji bersubsidi kembali normal, harga lebih terkendali, dan masyarakat tidak dirugikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.