Xi Jinping Bertemu Tokoh Oposisi Taiwan, Sebut Rakyat Tiongkok dan Taiwan akan Bersatu
📅 Jumat, 10 Apr 2026, 14:48 WIB | Oleh: Lili LestariBEIJING - Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu dengan pemimpin partai oposisi Taiwan, Cheng Li-wun, di Beijing pada hari Jumat (10/4), dan mengatakan kepada delegasi yang berkunjung bahwa ia memiliki "keyakinan penuh" bahwa rakyat Taiwan dan Tiongkok akan bersatu.
Ketua Kuomintang (KMT), Cheng, adalah pemimpin partai pertama yang mengunjungi Tiongkok dalam satu dekade. Namun kunjungannya itu memicu perdebatan di Taiwan, para kritikus menuduhnya terlalu pro-Beijing.
Tiongkok memutuskan kontak tingkat tinggi dengan Taiwan pada tahun 2016 setelah Tsai Ing-wen dari Partai Progresif Demokratik memenangkan kursi kepresidenan dan menolak klaim Beijing bahwa pulau yang memerintah sendiri itu adalah bagian dari wilayahnya.
Xi mengatakan kepada Cheng saat keduanya bertemu pada hari Jumat bahwa "tren umum warga negara di kedua sisi Selat Taiwan yang semakin dekat, semakin bersatu, dan bersatu tidak akan berubah".
"Ini adalah bagian yang tak terhindarkan dari sejarah. Kami memiliki keyakinan penuh akan hal ini," kata Xi selama pembicaraan yang disiarkan oleh media Taiwan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga mengatakan Tiongkok bersedia memperkuat dialog dengan kelompok-kelompok di Taiwan, termasuk KMT, atas dasar "landasan politik bersama... menentang kemerdekaan Taiwan".
KMT mendukung hubungan yang lebih dekat dengan Tiongkok, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan telah mengancam akan menggunakan kekuatan untuk merebutnya.
Cheng mengatakan kepada Xi bahwa ia berharap Selat Taiwan "tidak lagi menjadi titik fokus potensi konflik".
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kedua belah pihak harus melampaui konfrontasi politik... dan mencari solusi sistemik untuk mencegah dan menghindari perang, sehingga Selat Taiwan dapat menjadi model penyelesaian konflik secara damai di dunia," katanya.
Beijing telah bersumpah untuk merebut Taiwan dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan, meningkatkan tekanan militer di sekitar pulau itu dalam beberapa tahun terakhir.
Tiongkok melakukan pengerahan jet tempur dan kapal perang hampir setiap hari di dekat pulau itu dan latihan militer skala besar secara teratur.
Para anggota parlemen Taiwan berselisih pendapat mengenai rencana pemerintah menghabiskan NT$1,25 triliun ($39 miliar) untuk pertahanan, yang telah terhenti selama berbulan-bulan di parlemen, yang dikendalikan partai KMT pimpinan Cheng.
Pengeluaran Pertahanan
Kunjungan Cheng terjadi sebulan sebelum Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengunjungi Beijing untuk pertemuan puncak dengan Xi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!