Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Potensi Aset Kripto Dinilai Menekraf Jadi Modal Akselerasi Kreator Ekraf

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 18:42 WIB | Oleh:
Potensi Aset Kripto Dinilai Menekraf Jadi Modal Akselerasi Kreator Ekraf Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi jajaran pimpinan International Crypto Exchange (ICEx) Group di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (9/4).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menilai potensi pengembangan aset digital kripto sebagai alternatif pembiayaan pada ekosistem ekonomi kreatif .

“Saya melihat potensi besar pada teknologi Web3 dan bursa seperti ICEx untuk mendorong tokenisasi aset ekonomi kreatif, mulai dari musik, film, hingga Intellectual Property (IP) lainnya. hal itu akan membuka pintu alternatif pembiayaan yang lebih luas dan modern bagi para kreator lokal kita, ” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

ICEx Group merupakan bursa aset kripto yang beroperasi sebagai Self-Regulatory Organization (SRO) dengan fokus pada perdagangan aset kripto, Real World Asset (RWA), serta layanan kustodian. Sebagai SRO, ICEx memiliki fungsi krusial dalam menjaga integritas pasar serta menjamin transparansi transaksi bagi para investor.

Riefky saat menerima audiensi jajaran pimpinan International Crypto Exchange (ICEx) Group mengatakan pihaknya memberikan dua dukungan strategis bagi ICEx. Pertama, melalui kampanye 'Creative by Indonesia', mendorong ICEx bertransformasi dari national champion menjadi pemain utama di level regional.

Dukungan kedua yakni memosisikan ICEx sebagai enabler yang mengakselerasi komersialisasi IP lokal melalui inovasi pembiayaan alternatif seperti crowdfunding bagi talenta kreatif di seluruh Indonesia.

Sementara itu Direktur Utama sekaligus Founder For U AI, Xue Kai Pang, menekankan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis di tengah era institusional aset digital global senilai USD 3,5 triliun dengan lebih dari 20 juta pengguna.

Memanfaatkan momentum regulasi OJK tahun 2025, ICEx hadir sebagai SRO yang mengintegrasikan teknologi For U AI untuk mengembangkan ekonomi berbasis kecerdasan buatan serta tokenisasi kekayaan intelektual (IP) bagi pemberdayaan kreator lokal.

"Melalui infrastruktur bursa yang berfokus pada Real World Asset (RWA) dan layanan kustodian , kami berkomitmen untuk memperkuat ekosistem Web3 serta meningkatkan literasi digital masyarakat , demi memastikan Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi berbasis AI dan aset digital di kancah global," ujar Xue Kai Pang.

Riefky mengatakan kehadiran ICEx dan ekosistem pendukungnya diharapkan dapat memperkuat literasi digital masyarakat terkait teknologi Web3. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung jenama dan talenta kreatif Indonesia agar mampu bersaing melalui inovasi teknologi mutakhir. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.