IHSG Menguat, Tapi Investor Tahan Napas: Pertemuan AS–Iran Jadi Penentu Arah Pasar
📅 Jumat, 10 Apr 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat, namun penguatan tersebut cenderung terbatas seiring sikap pelaku pasar yang masih wait and see terhadap dinamika global, khususnya rencana pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan.
Ketidakpastian arah hubungan geopolitik ini membuat investor menahan ekspansi risiko dan memilih pendekatan lebih defensif.
Secara historis, sentimen eksternal seperti konflik atau negosiasi geopolitik memang kerap menjadi katalis utama pergerakan pasar, di mana investor cenderung menunggu kejelasan arah kebijakan sebelum mengambil posisi besar.
Dalam konteks saat ini, penguatan IHSG lebih didorong oleh faktor teknikal dan aksi beli selektif, bukan perubahan fundamental yang kuat.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bergerak variatif dalam jangka pendek, dengan potensi konsolidasi sambil menanti hasil konkret dari pertemuan AS–Iran yang dapat menjadi penentu sentimen global berikutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/4) sore, ditutup menguat 150,91 poin atau 2,07 persen ke posisi 7.458,50 di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap pembicaraan diplomatik antara perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan pada akhir pekan ini.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,57 poin atau 1,71 persen ke posisi 746,47.
“IHSG menguat mengikuti penguatan di Wall Street semalam, di tengah negosiasi yang masih berlangsung antara AS dan Iran untuk mencapai penyelesaian konflik Timur Tengah yang telah berlangsung selama enam minggu,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari mancanegara, pelaku pasar saat ini menantikan pembicaraan diplomatik di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan, yang mana Wakil Presiden AS JD Vance akan memimpin delegasi AS dalam diskusi dengan pejabat Iran.
“Namun, sentimen tetap berhati-hati di tengah berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon, serta gangguan yang terus terjadi di Selat Hormuz, yang berpotensi mempersulit negosiasi,” ujar Nico.
Dari sisi makroekonomi, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi (CPI) AS bulan Maret 2026, yang dijadwalkan keluar malam ini untuk melihat dampak konflik Timur Tengah terhadap inflasi.
Sementara itu, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed Maret 2026 menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan mengkhawatirkan konflik tersebut dapat mempertahankan tekanan inflasi dan berpotensi memerlukan kenaikan suku bunga tambahan, meskipun mereka masih memperkirakan satu kali penurunan suku bunga tahun ini.
Dari dalam negeri, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia turun menjadi 122,9 pada Maret 2026, dari sebelumnya 125,2 pada Februari 2026, atau menjadi level terendah sejak Oktober 2025.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!