Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Tengah Lonjakan Plastik, UMKM Pilih Tahan Harga

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 21:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di Tengah Lonjakan Plastik, UMKM Pilih Tahan Harga Doc: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar
Ket. Warga memilih gelas plastik di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/4/2026).

JAKARTA – Kenaikan harga plastik semakin menekan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena langsung meningkatkan biaya produksi, terutama bagi usaha yang bergantung pada kemasan.

Dalam kondisi daya beli yang belum sepenuhnya pulih, pelaku usaha berada pada dilema antara menaikkan harga jual atau menanggung penurunan margin.

Secara analitis, tekanan ini berpotensi menggerus daya saing UMKM, terutama di tengah persaingan yang ketat dan keterbatasan akses terhadap bahan baku alternatif yang lebih murah.

Jika tren kenaikan berlanjut, risiko yang muncul bukan hanya penurunan profitabilitas, tetapi juga potensi perlambatan ekspansi hingga pengurangan skala usaha.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pelaku UMKM lebih memilih menjaga harga jual produk mereka dibandingkan menaikkannya, meski lonjakan harga plastik telah menekan biaya produksi.

Dia mengatakan dalam sepekan terakhir pihaknya menerima banyak keluhan dari pelaku UMKM terkait kenaikan harga plastik yang semakin memberatkan usaha mereka.

“UMKM berusaha menjaga harga barang di mata masyarakat dan pembeli. Mereka tidak menaikkan harga jual, tetapi konsekuensinya keuntungan menjadi menipis karena biaya produksi naik,” ujar Maman dalam temu media di Jakarta, Kamis (9/4).

Gangguan distribusi nafta, yang merupakan turunan minyak bumi, serta lonjakan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga plastik.

Sebaiknya Anda baca juga:

Menurut laporan Kementerian UMKM, kenaikan harga plastik mencapai rata-rata 40–60 persen. Kenaikan tersebut berdampak langsung pada penurunan margin keuntungan dan omzet UMKM, dengan rata-rata penurunan hingga 50 persen.

Data Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia pada 2026 menunjukkan kelangkaan nafta telah menurunkan kapasitas produksi plastik, bahkan menyebabkan sejumlah lini produksi terhenti.

Padahal, mayoritas UMKM makanan dan minuman masih bergantung pada kemasan plastik.

Industri kemasan plastik dalam negeri sendiri mendominasi pasar hingga 67,61 persen pada 2025, dengan sektor makanan sebagai kontributor terbesar.

Maman mengatakan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik masih tinggi, mencapai 55 persen.

Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen distribusi melewati jalur Selat Hormuz yang saat ini terdampak konflik geopolitik, sehingga mengganggu rantai pasok global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Advertisement
bni
Advertisement
astra2
Advertisement
gaia musik festival

Gempa Jepang dan Gempa Kolombia

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Gempa Jepang dan Gempa Kolo...

Revitalisasi bangunan sekolah di Bangkalan

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Revitalisasi bangunan sekol...
Olahraga
Piala Super Eropa Akan Dipi...
Luar Negeri
Untuk Mengecoh Serangan Ira...

Semifinal Toronto Open Ketemukan Dua Pemain Keras

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Semifinal Toronto Open Kete...

Pegawai Kemensos Main Judol? Skrining Mulai Diterapkan

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Pegawai Kemensos Main Judol...

Sekitar 50.000 Masjid Serentak Dibersihkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Sekitar 50.000 Masjid Seren...
Daerah
Target penurunan stunting d...
Nasional
KPK akan Urai Secara Utuh K...
Advertisement
gaia musik festival
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.