Begini Cara Ginandjar Kartasasmita Menstabilkan Rupiah di Era Krismon 1998
📅 Kamis, 09 Apr 2026, 18:35 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) Ginandjar Kartasasmita era Presiden Soeharto (1998-1999) mengisahkan strategi penguatan rupiah di Era Krisis Moneter (Krismon) 1998.
Dalam buku biografinya berjudul Pengabdian dari Masa ke Masa: Perjalanan, Pergulatan Hidup dan Pemikiran Ginandjar mengungkap kisah paling menarik di era kepemimpinannya sebagai Menteri Ekuin. Di mana saat itu, tahun 1998, Indonesia berada pada situasi krisis moneter.
Nilai rupiah yang tadinya relatif stabil mendadak kehilangan kepercayaan dari pelaku pasar. "Kejatuhan rupiah ke angka Rp 15.000 per dolar AS pada Mei-Juni 1998 menekan pasar makin kuat,"tulis ayah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita tersebut dalam bukunya.
Sebelum krisis 1998, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS stabil di sekitar Rp 2.300 - Rp 2.400. Namun, memasuki Januari 1998, rupiah sudah melemah di kisaran Rp 5.000 per dolar AS hingga bergerak ke angka terlemah di periode pertengahan tahun menjadi Rp 15.000.
Melihat kondisi rupiah yang terjun bebas, tim ekonomi di bawah koordinasi Ginandjar berusaha untuk memulihkan stabilitas. Angka psikologis yang mereka coba capai adalah mengembalikan rupiah menekan kembali rupiah sampai di bawah Rp 10.000 per dolar AS, itu ke level yang lebih realistis dan diterima pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya segera mulai menangani persoalan-persoalan ekonomi yang mendesak. Jelas bagi saya bahwa ketika kondisi ekonomi semakin kritis dengan nilai tukar rupiah diperdagangkan di atas Rp 10.000 terhadap dolar AS dari Rp 2.400 sebelum krisis, kami perlu memulihkan kepercayaan pasar dan untuk itu, dukungan internasional sangat krusial," tulisnya
Prioritas awalnya papar dia adalah memulihkan kepercayaan pasar, yang menurutnya tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan internasional.
Negara-negara kreditor utama menyatakan kesiapan membantu Indonesia, tetapi hanya melalui kerja sama dengan Dana Moneter Internasional (IMF), yang kemudian dipercayakan memimpin upaya internasional dalam pemulihan ekonomi Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peluncuran Buku
Ginandjar Kartasasmita meluncurkan buku biografi yang memuat perjalanan panjang kariernya di pemerintahan sekaligus pesan bagi generasi muda tentang pentingnya amanah dalam memegang kekuasaan, pada Kamis (9/4) di Menara Kompas, Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Buku tersebut disusun sebagai catatan pengalaman hidup dan perjalanan kariernya agar dapat menjadi pelajaran bagi generasi penerus.
"Buku yang tadinya hanya sebagai buku saja, saya harapkan menjadi catatan bagi generasi yang akan datang. Catatan mengenai pengalaman-pengalaman masa lalu, pengamatan-pengamatan masa lalu dan masa kini, serta apa-apa yang kita harapkan menjadi perhatian bagi generasi yang akan datang," ungkap Ginandjar saat meluncurkan bukunya.
Bekerja sama dengan Kompas Penerbit Buku, salah satu pesan utama dalam bukunya adalah bahwa kekuasaan harus digunakan sebaik mungkin.
Saat tidak digunakan sebagaimana mestinya, Ginandjar menyebut kekuasaan bisa saja berubah menjadi liar dan merugikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!