Perang Iran: Apa Saja yang Terjadi pada Hari ke-39?
📅 Rabu, 08 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memperingatkan akan "kehancuran total" infrastruktur utama Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali sebelum tenggat waktu yang semakin dekat, yang menandakan peningkatan tajam dalam ketegangan. Ia menggambarkan respons Teheran terhadap proposal gencatan senjata AS sebagai "signifikan" tetapi pada akhirnya "tidak cukup baik".
Dari Al Jazeera, militer Iran menepis ancaman Trump sebagai "khayalan", dan mengatakan bahwa ancaman tersebut tidak dapat menutupi apa yang mereka sebut sebagai "aib dan penghinaan" AS di kawasan itu, menurut media Iran.
Sementara itu, serangan AS-Israel di seluruh Iran semakin intensif, dengan universitas dan fasilitas minyak termasuk di antara target sipil. Rudal dan drone Iran juga terus menargetkan lokasi di seluruh wilayah Teluk.
Di Iran
Militer Israel mengatakan telah melakukan serangan terhadap tiga bandara di Teheran, menargetkan beberapa pesawat dan helikopter Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serangan itu juga mengklaim telah menghantam kompleks petrokimia terbesar Iran, yang melayani ladang gas South Pars, cadangan gas alam terbesar di dunia.
Kepala badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan serangan di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran "menimbulkan bahaya nyata bagi keselamatan nuklir dan harus dihentikan".
Iran mengatakan serangan Israel pada subuh hari menewaskan kepala intelijen Korps Garda Revolusi Islam, Mayor Jenderal Majid Khademi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dua unit penghasil listrik untuk ladang gas South Pars menjadi sasaran serangan baru-baru ini. Para pejabat Iran memandang hal ini sebagai "eskalasi besar" dan pertanda bahwa AS dan Israel bermaksud untuk menghancurkan kemampuan bertahan hidup rakyat Iran.
Diplomasi perang
Ultimatum AS: Trump telah mengeluarkan tenggat waktu yang ketat, mengancam akan "menghancurkan sepenuhnya" pembangkit listrik dan jembatan Iran pada Selasa malam (00:00 GMT, Rabu) jika Teheran tidak sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz. Para ahli mengatakan menargetkan infrastruktur sipil adalah kejahatan perang.
Iran menolak tawaran gencatan senjata: Iran telah menolak proposal gencatan senjata sementara , dengan alasan hal itu akan memberi AS dan Israel waktu untuk berkumpul kembali dan melancarkan serangan lebih lanjut, dengan mengutip pelanggaran gencatan senjata di Gaza dan Lebanon di masa lalu. Sebagai gantinya, para pejabat Iran telah mengajukan proposal 10 poin yang menyerukan pengakhiran perang secara komprehensif dan permanen.
Tuntutan Iran: Teheran juga menuntut pencabutan sanksi yang telah lama berlaku, kompromi mengenai pengayaan uranium, dan pembentukan tatanan baru di Selat Hormuz.
Kapal Turki melewati Selat Hormuz: Kapal ketiga milik Turki telah melewati Selat Hormuz yang dilanda perang, kata Menteri Transportasi Turki Abdulkadir Uraloglu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!