Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengamat Unej: Reformasi Energi Mendesak di Tengah Krisis Global

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 12:40 WIB | Oleh:
Pengamat Unej: Reformasi Energi Mendesak di Tengah Krisis Global Doc: Antara Foto
Ket. Pengamat ekonomi Universitas Jember Dr Ciplis Gema Qori'ah.

Pengamat ekonomi Universitas Jember (Unej) Ciplis Gema Qori'ah menyebutkan reformasi energi guna mewujudkan ketahanan energi di Indonesia, harus dilakukan di tengah krisis energi global.

"Reformasi energi bukan lagi sekadar pilihan kebijakan, melainkan keharusan yang tidak dapat ditunda dan menuntut keberanian politik untuk melakukan restrukturisasi secara terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan agar Indonesia tidak terus terjebak dalam siklus krisis yang berulang," katanya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu.

Konflik di Timur Tengah yang melibatkan tiga aktor utama yaitu Iran, Amerika Serikat, dan Israel tidak lagi sekadar ketegangan diplomatik, melainkan telah berkembang menjadi uncertainty shock yang secara langsung mengguncang stabilitas pasar energi global.

"Konflik itu telah melampaui dimensi spekulatif dan masuk ke tahap disrupsi riil, yakni serangan terhadap infrastruktur energi Iran dan fasilitas LNG di kawasan Teluk termasuk Ras Laffan Industrial City menandai babak baru di mana pusat-pusat produksi energi global kini menjadi target langsung," tuturnya.

Menurutnya, kerentanan itu diperparah oleh ancaman terhadap Selat Hormuz, jalur distribusi yang menyalurkan sekitar 20 juta barel per hari atau hampir seperlima pasokan minyak dunia.

"Gangguan pada chokepoint geopolitik ini menciptakan double shock berupa produksi terganggu sekaligus distribusi terhambat, menghasilkan kombinasi lonjakan harga dan potensi kelangkaan fisik energi yang jauh melampaui kemampuan respons kebijakan domestik negara manapun," katanya.

Ia mengatakan pemerintah menghadapi dilema kebijakan yang fundamental. Sebagai negara net importer energi, kenaikan harga minyak Brent dari 92 dolar AS per barel menjadi 113 dolar AS per barel pada akhir Maret 2026 menempatkan pemerintah pada trade-off kebijakan yang kompleks, yang mana setiap opsi yang tersedia membawa konsekuensi ekonomi yang tidak ringan.

"Menahan harga energi melalui subsidi berimplikasi pada peningkatan tekanan fiskal, sementara penyesuaian harga pasar berisiko mendorong inflasi dan menurunkan daya beli," ujarnya.

Defisit fiskal yang telah mencapai 2,92 persen pada 2025 sebagai level tertinggi sejak masa pemulihan pascapandemi, dan melonjak menjadi Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB pada kuartal I 2026, mencerminkan betapa mahalnya harga dari pilihan menjaga stabilitas harga energi di hadapan publik.

Dilema itu tidak berdiri sendiri, melainkan berlapis dengan kelemahan struktural konsumsi energi domestik yang mempersulit setiap upaya penyesuaian. Sektor transportasi yang menyerap sekitar 52 persen BBM nasional, dengan 93 persen di antaranya digunakan oleh kendaraan pribadi untuk aktivitas yang tidak produktif secara ekonomi.

"Pemerintah telah menempuh berbagai langkah mitigasi, mulai dari intervensi fiskal sebesar Rp90 hingga 100 triliun untuk subsidi BBM, optimalisasi batu bara sebagai penopang pasokan domestik, percepatan infrastruktur energi bersih, hingga kebijakan efisiensi konsumsi seperti penerapan work from home bagi ASN dan pengkajian pembelajaran jarak jauh," katanya.

Ia menilai kebijakan tersebut terbukti efektif dalam meredam transmisi inflasi energi dalam jangka pendek, tercermin dari inflasi yang terjaga pada level 3,48 persen (year-on-year) pada Maret 2026.

"Koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter menjadi prasyarat penting dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Namun, koordinasi tersebut tidak akan memadai tanpa keberanian politik untuk mengambil keputusan reformasi yang berbiaya tinggi," ucap dosen Fakultas Ekonomi Unej itu.

Ciplis mengatakan pemerintah dihadapkan pada dilema antara transparansi yang berpotensi memicu kepanikan dan pengelolaan narasi yang berisiko menggerus kredibilitas apabila tidak sejalan dengan realitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.