Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lestari Moerdijat: Merebaknya Kasus Campak Harus Jadi Alarm untuk Bangun Kesadaran Pola Hidup Sehat Masyarakat

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 18:58 WIB | Oleh:

Selain itu, tambah dia, juga dilakukan pemberian imunisasi untuk melengkapi status imunisasi pada bayi dan balita.

Untuk mencegah paparan penyakit campak pada tenaga medis, jelas Siti, Kementerian Kesehatan juga telah menerbitkan Surat Kewaspadaan Terhadap Penyakit Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan nomor HK. 02.02/C/1602/2026, sebagai acuan kewaspadaan bagi seluruh fasilitas layanan kesehatan.

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan permasalahan campak mengemuka di tanah air karena terjadi peningkatan kasus, ada dokter yang meninggal akibat campak, dan ada laporan kasus campak di Australia yang datang dari orang dari Jakarta.

Sejatinya, ujar Tjandra, campak bukan penyakit baru. Wabah campak, tambah dia, masuk 10 wabah penyakit yang terjadi pada abad ke-9 SM.

Namun, jelas Tjandra, dalam 25 tahun terakhir ini terbukti bahwa dengan vaksinasi campak yang baik dapat menyelamatkan 57 juta penduduk dari kematian. “Dampak vaksinasi terhadap penurunan penularan kasus campak sangat besar,” tegas Tjandra.

Tjandra menyarankan, untuk menekan angka kasus campak saat ini perlu peningkatan pemberian vaksinasi campak pada orang dewasa, selain vaksinasi terhadap anak dan balita yang sudah terjadwal.

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mengungkapkan, saat ini kita menghadapi kasus campak yang signifikan dengan kejadian luar biasa yang tersebar di sejumlah daerah.

Upaya imunisasi, jelas Felly, merupakan program wajib dari pemerintah pusat yang pelaksanaannya oleh pemerintah daerah.

Kondisi saat ini, ujar Felly, harus menjadi perhatian serius secara bersama, mengingat campak merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Felly berharap, sejumlah program imunisasi dan pencegahan yang telah direncanakan dapat direalisasikan dengan sebaik-baiknya bagi setiap warga negara.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso berpendapat, sudah saatnya kita memperkuat layanan kesehatan primer dalam bentuk upaya promotif preventif seperti cakupan imunisasi.

Karena, jelas Piprim, ketika negara bergeser fokus ke upaya kuratif dalam menghadapi wabah kedodoran, karena layanan kesehatan primernya lemah.

Menurut Piprim, kehadiran posyandu merupakan dasar yang kuat bagi layanan promotif dan preventif yang diperlukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.