Menahan Harga di Tengah Tekanan: Kisah Perajin Tahu Kudus Bertahan
📅 Selasa, 07 Apr 2026, 16:45 WIB | Oleh: Tim PenulisSelain dijual di pasar lokal Kudus, tahu hasil produksinya juga dijual hingga pasar Demak.
Sementara itu, Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf membenarkan adanya kenaikan harga jual kedelai impor, saat ini dijual Rp10.500/kg.
"Kenaikan harga jual kedelai impor bertahap, sejak sebelum Lebaran harga jualnya berkisar Rp10.000-an," ujarnya.
Informasi yang berkembang, kenaikan harga jual kedelai impor tersebut dipicu adanya perang antara Amerika dan Israel yang menyerang Iran, sehingga berdampak pada biaya transportasi pada komoditas impor tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun demikian, dia menjamin, stok masih aman karena di gudang tersedia 60 ton. Sedangkan permintaan setiap harinya berkisar 10-20 ton.
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus Sonhaji membenarkan adanya kenaikan harga jual kedelai impor.
"Untuk stok di pasaran masih relatif aman, sehingga pengusaha tahu maupun tempe di Kudus tidak perlu khawatir," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perkembangan harga jual di pasaran, kata dia, akan terus dipantau secara rutin di sejumlah pasar tradisional dan dilaporkan ke pusat untuk menjadi perhatian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!