Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenaikan Harga Aspal Hantam Proyek, Kontraktor Mulai Ketar-Ketir

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kenaikan Harga Aspal Hantam Proyek, Kontraktor Mulai Ketar-Ketir Doc: ANTARA/Gunawan
Ket. Aspal saat ini mengalami kenaikan hingga 20 persen, sehingga menjadi kekhawatiran para pelaksana proyek konstruksi jalan di Blora, Jateng yang sudah memenangkan lelang proyek.

BLORA – Kenaikan harga aspal mencerminkan tekanan dari sisi biaya produksi dan distribusi yang erat kaitannya dengan pergerakan harga minyak mentah sebagai bahan baku utama.

Selain itu, faktor nilai tukar dan biaya logistik turut memperkuat tren kenaikan, terutama di tengah ketidakpastian global yang memicu volatilitas harga energi.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor konstruksi, tetapi juga berpotensi menekan anggaran proyek infrastruktur dan memperlambat realisasi pembangunan.

Dalam jangka pendek, pelaku usaha cenderung melakukan penyesuaian harga atau menunda proyek, sementara dalam jangka menengah, diperlukan strategi efisiensi dan diversifikasi sumber pasokan untuk menjaga keberlanjutan proyek.

Sejumlah pelaksana proyek konstruksi jalan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai mengkhawatirkan kenaikan harga aspal pada awal April 2026 yang mencapai 20 persen, dibandingkan bulan sebelumnya, karena berpotensi merugikan ketika sudah kontrak.

Ryan, salah satu kontraktor di Blora, Jumat (10/4), mengungkapkan harga aspal curah dari Cilacap yang sebelumnya sekitar Rp9.400 per kilogram pada Maret 2026, kini naik menjadi Rp11.565 per kilogram.

Sementara itu, harga aspal kemasan drum eks Gresik juga mengalami kenaikan dari Rp11.600 per kilogram pada Maret 2026 menjadi Rp13.600 per kilogram pada April 2026.

Harga tersebut, kata dia, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen, biaya pengiriman, serta ongkos bongkar muat sehingga harga yang dibayar di lapangan berpotensi lebih tinggi.

Ia mengaku, kenaikan harga aspal membuat pelaksana proyek harus mempercepat pekerjaan agar tidak menanggung kerugian lebih besar.

"Harus segera selesai. Kalau berlarut-larut saya bisa kehabisan biaya untuk menutupi kerugian. Kenaikan saat ini sudah cukup berat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Blora Widyaningsih mengatakan, hingga kini belum ada rapat lanjutan terkait kemungkinan penundaan lelang atau tender proyek di lingkungan pemerintah daerah akibat kenaikan harga aspal.

"Masih berjalan biasa. Belum ada rapat penundaan. Kalau kenaikan harga itu tidak berpengaruh terhadap pengadaan, mungkin nanti pada tahap pelaksanaannya," ujarnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Danang menegaskan, hingga saat ini belum ada rencana penundaan pengerjaan proyek jalan meskipun harga aspal meningkat.

"Belum ada rapat lanjutan terkait kenaikan harga aspal. Tapi tidak ada penundaan pengerjaan, tentu juga perlu arahan dari kepala dinas," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.