Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iran Peringatkan Dampak Radiasi Bushehr Bisa Ancam Negara Teluk

📅 Senin, 06 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Iran Peringatkan Dampak Radiasi Bushehr Bisa Ancam Negara Teluk Doc: antara
Ket. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi

Teheran – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa dampak radioaktif dari serangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr berpotensi menghancurkan kehidupan di ibu kota negara-negara Teluk Persia, bukan di Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi pada Sabtu (4/4), melalui platform X, menyusul serangkaian serangan yang disebut menyasar fasilitas nuklir Iran.

"Ingat kemarahan Barat tentang permusuhan yang terjadi dekat PLTN Zaporizhzhia di Ukraina? Israel dan AS telah mengebom pembangkit Bushehr kami empat kali. Dampak radiasi akan mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), bukan Teheran," kata Araghchi.

Dikutip dari Antara, sebelumnya, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) melaporkan bahwa PLTN Bushehr menjadi target serangan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Serangan tersebut menyebabkan satu pekerja tewas.

AEOI mencatat sedikitnya tiga serangan terjadi di fasilitas Bushehr pada 17, 24, dan 27 Maret. Selain itu, Iran juga melaporkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir lainnya, termasuk Natanz pada 1 dan 21 Maret, fasilitas air berat Khondab pada 27 Maret, serta pabrik konsentrat uranium di Ardakan.

Iran menuding AS dan Israel berada di balik rangkaian serangan tersebut.

Eskalasi konflik bermula pada akhir Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil. Iran kemudian melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Iran juga melaporkan insiden terbaru kepada International Atomic Energy Agency terkait serangan yang terjadi di dekat PLTN Bushehr pada Sabtu pagi.

IAEA menyebut proyektil menghantam area sekitar fasilitas tersebut, menjadikannya insiden keempat dalam beberapa pekan terakhir. Serangan itu menyebabkan seorang petugas keamanan tewas akibat pecahan proyektil, sementara sebuah bangunan mengalami kerusakan akibat gelombang kejut.

Meski demikian, IAEA menegaskan tidak terdapat peningkatan tingkat radiasi di lokasi kejadian.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa fasilitas nuklir tidak boleh menjadi sasaran serangan dalam kondisi apa pun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
PT Pertamina Patra Niaga Ba...
Megapolitan
PT Transportasi Jakarta Lun...
Luar Negeri
Liburan Maut, 15 Turis Indi...
Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.