Pemkab Natuna Maksimalkan Promosi Online, Pakai Tiga Bahasa Sekaligus
📅 Jumat, 03 Apr 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim PenulisNATUNA – Mempromosikan objek wisata sekarang nggak lagi soal pasang baliho besar atau brosur tebal. Justru yang paling “kena” itu cerita—bagaimana sebuah tempat bisa terasa dekat, menarik, dan bikin orang penasaran buat datang sendiri.
Coba bayangkan sebuah destinasi, bukan cuma dari foto pemandangannya, tapi dari suasananya. Pagi yang masih berkabut, suara alam yang pelan-pelan menyapa, sampai momen sederhana seperti ngopi di pinggir danau atau ngobrol dengan warga lokal. Hal-hal kecil seperti ini seringkali jadi daya tarik yang justru paling diingat.
Di era digital, promosi juga makin fleksibel. Lewat media sosial, satu video singkat atau foto estetik bisa menjangkau ribuan bahkan jutaan orang. Tapi kuncinya tetap sama: autentik. Orang sekarang lebih suka konten yang terasa jujur, bukan sekadar “terlalu dipoles”.
Selain itu, kolaborasi juga penting. Pelaku wisata, pemerintah, sampai komunitas lokal bisa bareng-bareng mengangkat potensi daerah. Mulai dari event kecil, festival budaya, sampai paket wisata yang unik—semua bisa jadi pintu masuk untuk menarik wisatawan.
Intinya, mempromosikan objek wisata itu bukan cuma soal menarik orang datang, tapi juga tentang menciptakan pengalaman yang berkesan. Karena kalau sudah puas, biasanya mereka akan datang lagi—atau setidaknya, ikut bercerita dan mengajak orang lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mempromosikan objek wisata di wilayah perbatasan melalui media digital yang disajikan dalam tiga bahasa asing.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Natuna, Kardiman, dikonfirmasi dari Bintan, Jumat (3/4), mengatakan media yang digunakan berupa situs resmi Dispar Natuna yang dapat diakses melalui laman [https://dinaspariwisata.natunakab.go.id/.
Di dalam situs tersebut terdapat berbagai menu salah satunya bernama “Natuna Lawa” yang memuat berbagai informasi, termasuk e-book pariwisata.
Sebaiknya Anda baca juga:
E-book tersebut berisi penjelasan mengenai destinasi wisata dalam tiga bahasa asing, yakni Inggris, Mandarin, dan Jepang. Pemilihan bahasa ini bertujuan menarik minat wisatawan mancanegara, mengingat posisi geografis Natuna yang dekat dengan sejumlah negara.
Ia menjelaskan, penyajian informasi dalam berbagai bahasa diharapkan memudahkan wisatawan asing dalam mengetahui dan merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan di Natuna. Informasi yang disajikan juga dikemas secara praktis dan mudah dipahami.
“E-book pariwisata ini menjadi media promosi digital yang efektif, mudah diakses, dan saat ini sudah dapat digunakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Selain e-book, situs tersebut juga menyediakan berbagai informasi lain, seperti berita pariwisata, kalender event, hingga promosi produk lokal mulai dari kuliner hingga kerajinan khas daerah. Seluruh informasi tidak hanya dapat dibaca, tetapi juga bisa diunduh.
Kardiman menambahkan, platform tersebut juga dirancang ramah bagi penyandang disabilitas sehingga dapat diakses lebih luas.
Ia menyebut “Natuna Lawa” merupakan inovasi yang dihasilkan dari Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Administrator dirinya di Jakarta. Menurutnya, langkah ini tidak hanya memperluas jangkauan promosi, tetapi juga lebih efisien dari sisi anggaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!