Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Unik, Kuliner Rica-rica Jadi Tersangka Peningkatan Inflasi Gorontalo

📅 Jumat, 03 Apr 2026, 12:47 WIB | Oleh:
Ini Unik, Kuliner Rica-rica Jadi Tersangka Peningkatan Inflasi Gorontalo Doc: ist
Ket. tersangka inflasi

GORONTALO – Baru kali ini menu alias jenis kuliner dituduh menjadi sumber kenaikan harga cabe. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo menyebut, tradisi menu 'rica-rica' atau cabai menjadi pemicu komoditi tersebut sebagai penyumbang inflasi tertinggi Gorontalo.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo Watekhi di Gorontalo, Kamis mengatakan pihaknya mencatat komoditas cabai rawit kembali menjadi pendorong utama inflasi di daerah tersebut pada periode Maret 2026.

Fenomena ini dipicu oleh melonjaknya permintaan masyarakat terhadap "rica"  selama momentum Ramadhan dan persiapan menyambut Idul Fitri.

"Andil tertinggi di Gorontalo adalah cabai rawit. Ini luar biasa karena fenomena Ramadhan dan Idul Fitri sehingga masyarakat banyak mengonsumsi makanan terutama yang bercita rasa pedas atau menu rica-rica," kata Watekhi.

Tingginya ketergantungan masyarakat setempat terhadap bumbu dapur ini, membuat cabai rawit memberikan andil inflasi sebesar 0,24 persen.

Pola konsumsi yang spesifik pada masakan pedas menjaga permintaan komoditas ini tetap kokoh di pasar tradisional maupun ritel. Meski demikian, tekanan dari sektor "pedas" tersebut teredam oleh pergerakan harga komoditas hortikultura lainnya.

Tomat tercatat mulai menunjukkan tren penurunan harga, meskipun dampaknya terhadap angka inflasi umum masih terus dipantau lebih lanjut. Secara akumulatif inflasi bulanan Gorontalo pada Maret ini, bertahan di angka 0,24 persen.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan stabilitas ekonomi daerah yang terjaga di tengah fluktuasi harga pangan musiman. Jika dibandingkan secara nasional, tingkat inflasi di Provinsi Gorontalo termasuk dalam kategori rendah.

Gorontalo menempati posisi sekitar urutan keenam terendah di Indonesia pada periode ini. Pihak otoritas statistik menyebutkan bahwa kondisi ekonomi daerah saat ini tergolong  stabil.

Sinergi dalam menjaga ketersediaan stok pangan menjadi faktor krusial agar daya beli masyarakat tidak terganggu. Pemerintah daerah pun diimbau untuk terus mengawal distribusi barang kebutuhan pokok di lapangan.

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih ekstrem menjelang  hari raya. Ia berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga sehingga masyarakat merayakan hari besar keagamaan dengan tenang, tanpa terbebani kenaikan harga kebutuhan dasar.



Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.