Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buka Pintu Lebih Lebar, Produk UMKM Indonesia Diarahkan ke Pasar Tiongkok

📅 Jumat, 03 Apr 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Maman menyebut, sejumlah alat-alat produksi yang sudah dapat dibuat mandiri oleh Indonesia maka tidak perlu lagi impor dari Tiongkok.

"Tapi ada juga beberapa produk-produk jadi seperti pakaian, juga ada beberapa pembicaraan untuk ekspor juga ke Tiongkok, termasuk batik asal Indonesia. Jadi pada dasarnya sudah dalam pembicaraan 'trade-in' dan 'trade-out'," tambah Maman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai perdagangan Indonesia dengan Tiongkok pada 2025 naik menjadi 154,58 miliar dolar AS dengan rincian nilai ekspor sebesar 67,04 miliar dolar AS dan impor mencapai 87,54 miliar dolar AS. Ekspor dan impor masing-masing meningkat 6,9 persen dan 18,53 persen.

Beberapa komoditas dengan peningkatan ekspor tertinggi ke Tiongkok pada 2025 antara lain perhiasan nonperak, feronikel, sel fotovoltaik, minyak kelapa sawit, emas, hingga kopi robusta.

Sementara, masih berdasarkan data BPS, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 65,5 juta unit usaha dan berkontribusi 61,9 persen terhadap produk domestik bruto. UMKM tersebut juga menyerap 119 juta lebih tenaga kerja atau sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional.

Sedangkan berdasarkan data Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, pada akhir 2024, total UKM di Tiongkok telah melampaui 60 juta dengan pendapatan mencapai 81 triliun yuan (sekitar 11,2 triliun dolar AS) dengan 600.000 UKM fokus pada inovasi teknologi.

Dari jumlah 600.000 UKM dengan fokus inovasi teknologi, tersebut, terdapat 14.600 perusahaan UKM "raksasa kecil" yang berspesialisasi dalam sektor khusus, menguasai pangsa pasar dan memiliki kapasitas inovasi yang kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.