Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ahmad Muzani Berikan Tanggapan terkait Desakan RI Keluar dari BoP

📅 Jumat, 03 Apr 2026, 19:33 WIB | Oleh:
Ahmad Muzani Berikan Tanggapan terkait Desakan RI Keluar dari BoP Doc: antara foto
Ket. Ketua MPR RI Ahmad Muzani

JAKARTA - Ketua MPR RI Ahmad Muzani membeberkan sikap Presiden Prabowo Subianto terkait posisi Indonesia di Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah menyusul perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Muzani menjelaskan, keberadaan BoP pada dasarnya merupakan bagian dari upaya internasional untuk mempercepat kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong pembangunan, rekonstruksi, dan rehabilitasi wilayah tersebut.

“Namun, kemudian ada persoalan Iran ini saya kira itu yang juga beliau [Presiden Prabowo] menyampaikan pandangan itu lebih jelas lagi,” kata Muzani di Jakarta.

Ia menuturkan, pandangan Presiden Prabowo tersebut disampaikan dalam agenda pertemuan bersama para mantan Presiden dan Wakil Presiden di Istana Negara pada beberapa waktu lalu.

Menurut Muzani, pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap keanggotaan Indonesia di BoP seiring perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Ia menegaskan, masuk maupun keluar dari keanggotaan BoP merupakan hal yang terbuka bagi Indonesia.

“Kita bisa saja kapan saja bisa keluar, tetapi sekali lagi itu harus atas kesepakatan bersama-sama,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa seluruh pembahasan mengenai BoP untuk sementara ditunda.

Menurut Sugiono, perhatian negara-negara anggota kini beralih sepenuhnya pada eskalasi konflik di Timur Tengah akibat perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

“Semua pembicaraan BoP on hold. Semua perhatian shifted ke situasi di Iran. Kalau misalnya BoP kita juga tetap sama teman-teman kita konsultasi dengan rekan-rekan kita di Teluk karena mereka mengalami juga diserang dan mereka juga anggota BoP,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan.

Sebelumnya, desakan agar Indonesia keluar dari BoP muncul dari sejumlah pihak, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI).

MUI menilai keterlibatan Amerika Serikat sebagai pencetus Dewan Perdamaian Palestina justru bertolak belakang dengan situasi di lapangan karena negara tersebut dinilai turut memicu konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam tausiyah resmi yang diterbitkan pada Minggu (1/3), MUI menyebut BoP diragukan efektivitasnya sebagai wadah perdamaian dan dinilai tidak sejalan dengan tujuan kemerdekaan Palestina.

“Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina,” demikian kutipan dalam surat Nomor Kep-28/DP-MUI/III/2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.