Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terlalu Bergantung Impor membuat Pertanian Sangat Rentan Fluktuasi Kurs

📅 Kamis, 02 Apr 2026, 00:10 WIB | Oleh:
Terlalu Bergantung Impor membuat Pertanian Sangat Rentan Fluktuasi Kurs Doc: antara
Ket. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Maret 2026 mencapai 125,35 atau turun 0,08 persen dibanding Februari 2026 (month-to-month/mtm).

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Maret 2026 mencapai 125,35 atau turun 0,08 persen dibanding Februari 2026 (month-to-month/mtm).

Penurunan NTP itu karena indeks harga yang diterima petani (It) naik 0,33 persen, lebih rendah dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang naik 0,41 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4) mengatakan BPS juga mencatat terjadinya kenaikan rata-rata harga beras baik di tingkat penggilingan, grosir maupun eceran, masing-masing 0,54 persen, 0,96 persen dan 0,65 persen mtm.

Sementara realisasi luas panen padi pada Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,94 juta hektare (ha) atau naik 23,62 persen dibanding Februari 2025 (0,76 juta hektare).

Kenaikan luas panen tersebut, lanjut dia, diikuti pula oleh peningkatan produksi padi. Pada Februari 2026, produksi padi mencapai 5,05 juta ton gabah kering giling (GKG), atau naik 27,41 persen dibandingkan Februari 2025.

BPS juga melaporkan potensi luas panen padi pada Maret-Mei 2026 diperkirakan mencapai 3,85 juta hektare atau mengalami penurunan seluas 0,46 juta hektare, atau sekitar 10,60 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Lebih lanjut diperkirakan potensi produksi padi pada Maret-Mei 2026 mencapai 20,68 juta ton GKG, atau turun 11,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun produksi beras pada Maret-Mei 2026 diperkirakan sebesar 11,91 juta ton beras, atau turun 11,11 persen.

Sementara itu, realisasi luas panen jagung pada Februari 2026 mencapai 0,31 juta hektare atau turun 7,02 persen dibandingkan Februari 2025.

Sementara itu, produksi jagung pada Februari 2026 tercatat sebesar 1,77 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) atau turun 4,91 persen dibandingkan Februari 2025.

Bahan Baku Impor

Menanggapi penurunan itu, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dwijono Hadi Darwanto, menilai penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2026 tidak lepas dari meningkatnya biaya produksi yang ditanggung petani. Kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) lebih tinggi karena lonjakan ongkos produksi yang dipicu oleh mahalnya bahan baku, khususnya yang berasal dari impor.

Menurut Dwijono, penguatan nilai dollar AS menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga input produksi pertanian. Kebergantungan pada bahan baku impor membuat sektor pertanian sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar, sehingga biaya produksi meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.