Perang Iran Hari ke-33 : Apa Saja yang Terjadi?
📅 Kamis, 02 Apr 2026, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPenetapan internasional: Argentina, di bawah Presiden pro-Trump Javier Milei, secara resmi menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi "teroris".
Vatikan mendesak de-eskalasi: Paus Leo XIV mengatakan ia berharap Trump berupaya mengakhiri perang dan menyerukan penghentian kekerasan. Leo jarang menyampaikan seruan langsung kepada para pemimpin nasional, tetapi ia telah meningkatkan kritiknya terhadap perang Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Di Teluk
Kuwait dalam ancaman: Serangan pesawat tak berawak Iran berulang kali menargetkan bandara Kuwait, dan wilayah udara telah ditutup sejak 28 Februari, dengan Arab Saudi menyediakan bus ke bandara di Dammam dan Qaisumah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sirene serangan udara di Bahrain: Sirene peringatan berbunyi beberapa kali, dan pihak berwenang meminta warga untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat.
Arab Saudi mencegat pesawat nirawak: Kementerian Pertahanan mengatakan telah menghancurkan dua pesawat nirawak lagi di tengah serangan rudal dan pesawat nirawak yang terus berlanjut sejak perang dimulai.
'Proyektil tak dikenal' menghantam kapal tanker di lepas pantai Qatar: Sebuah kapal mengalami kerusakan di utara Doha, tetapi seluruh awak kapal selamat dan tidak ada dampak lingkungan, kata badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di AS
Kronologi perang AS: Trump mengatakan perang bisa berakhir dalam "dua hingga tiga minggu" dan kesepakatan tidak diperlukan, sementara Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan AS "bernegosiasi dengan bom" dan memperingatkan bahwa hari-hari mendatang akan menentukan.
Dampak ekonomi: Perang dan ketidakpastiannya telah menyebabkan lonjakan harga minyak dan volatilitas di pasar energi global. Senator AS Chris Coons menyatakan bahwa perang tersebut mendorong kenaikan biaya bahan makanan, tagihan listrik, dan hipotek bagi keluarga Amerika.
Di Israel
Serangan di dalam Israel: Iran dan Hizbullah terus melakukan serangan terkoordinasi, menargetkan infrastruktur penting dan kota-kota di utara, serta menyebabkan pemadaman listrik sementara keadaan darurat masih berlaku dan warga Israel bersiap untuk liburan Paskah.
Stasiun televisi Channel 12 melaporkan pada hari Rabu bahwa sebuah drone menyusup ke wilayah Israel utara di atas kota Kiryat Shmona. Penyusupan tersebut memicu kekhawatiran di daerah Safad, dan perburuan terhadap drone tersebut masih berlanjut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!