Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dominasi Kekuatan Lama Ditantang Pendatang Baru

📅 Kamis, 02 Apr 2026, 06:53 WIB | Oleh:
Dominasi Kekuatan Lama Ditantang Pendatang Baru Doc: Elvis BARUKCIC / AFP
Ket. Penyerang Bosnia-Herzegovina Edin Dzeko (kiri) berebut bola dengan penyerang Italia Moise Kean selama pertandingan final kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 31 Maret 2026.

PARIS - Berakhirnya fase kualifikasi zona Eropa, Rabu (1/4) dini hari WIB menjadi penanda penting bahwa peta kekuatan menuju Piala Dunia FIFA 2026 kian jelas. Negara-negara elite Benua Biru memastikan tempat. Mereka melengkapi deretan kontestan dari berbagai konfederasi yang siap meramaikan turnamen terbesar yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Turnamen ini tak hanya menandai ekspansi peserta, tetapi juga menghadirkan peta persaingan yang semakin berwarna, memadukan kekuatan lama dengan wajah-wajah baru yang siap mencuri perhatian. Sebagai tuan rumah, ketiga negara Amerika Utara tersebut otomatis mengamankan tiket.

Amerika Serikat datang dengan sejarah terbaik mencapai peringkat ketiga pada tahun 1930. Sedangkan Meksiko pernah dua kali menembus perempat final (1970 dan 1986). Kanada, meski masih mencari pijakan, berambisi melampaui fase grup yang menjadi batas terbaik mereka sejauh ini.

Dari Asia, dominasi kekuatan tradisional tetap terasa. Jepang memastikan tempat lebih awal pada tanggal 20 Maret tahun lalu. Dia melanjutkan konsistensi yang rutin menembus babak 16 besar dalam beberapa edisi terakhir. Iran menyusul sehari kemudian, mempertahankan reputasi sebagai kekuatan tangguh meski belum pernah melewati fase grup.

Namun sorotan juga mengarah pada tim kejutan. Uzbekistan dan Yordania mencatat sejarah dengan lolos untuk pertama kalinya. Ini menandai perubahan lanskap sepak bola Asia. Korea Selatan tetap menjadi andalan kawasan dengan pencapaian terbaik semifinal (peringkat keempat) pada tahun 2002. Australia terus menunjukkan stabilitas dengan capaian 16 besar.

Di Amerika Selatan, juara bertahan Argentina kembali memastikan diri tampil, membawa status favorit dengan tiga gelar dunia (1978, 1986, 2022). Rival abadi mereka, Brasil, tetap menjadi raksasa dengan koleksi lima trofi, terbanyak sepanjang sejarah. Selain itu, Uruguay (juara 1930 dan 1950), serta kekuatan kompetitif seperti Kolombia, Paraguay, dan Ekuador, siap meramaikan persaingan.

Benua Afrika tak kalah menarik. Maroko datang dengan status semifinalis 2022, sebuah pencapaian bersejarah yang mengubah persepsi terhadap sepak bola Afrika. Mesir, Aljazair, dan Ghana melengkapi kekuatan tradisional. Sedangkan Tanjung Verde mencuri perhatian dengan debut bersejarah. Afrika Selatan dan Senegal juga menjadi pesaing potensial.

Dari Eropa, deretan raksasa kembali mendominasi daftar peserta, kecuali Italia. Prancis (juara 1998, 2018), Jerman (empat kali juara), dan Spanyol (juara 2010) menjadi kandidat kuat. Inggris yang terakhir juara pada tahun 1966 juga kembali dengan ambisi besar. Sementara itu, Kroasia (runner-up 2018), Belanda, dan Portugal tetap menjadi penantang serius. Negara-negara seperti Swiss, Austria, Swedia, hingga Turki mempertebal kedalaman kompetisi tim-tim Eropa.

Tak hanya itu, beberapa negara dari kawasan CONCACAF dan Karibia turut memberi warna baru. Panama, Haiti, dan Curacao mencerminkan berkembangnya kekuatan di kawasan tersebut. Dengan komposisi peserta yang semakin beragam, Piala Dunia FIFA 2026 menjanjikan persaingan yang lebih terbuka. Tradisi dan sejarah tetap menjadi pijakan, namun kehadiran debutan serta tim-tim yang tengah menanjak membuka peluang kejutan.

Italia Gagal

Sementara itu, mimpi buruk Piala Dunia kembali menghantui Italia. Untuk ketiga kalinya secara beruntun, Gli Azzurri gagal menembus putaran final setelah takluk dari Bosnia dan Herzegovina melalui drama adu penalti 1- 4 pada final play-off kualifikasi.

Di Stadion Bilino Polje, Zenica, eksekutor Bosnia, Esmir Bajraktarevic, menjadi penentu kemenangan sekaligus memastikan negaranya bergabung di Grup B bersama Kanada, Swiss, dan Qatar. Sebaliknya, kekalahan ini menenggelamkan Italia dalam krisis baru yang semakin dalam.

Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, tampak terpukul. “Para pemain tidak pantas menerima hasil seperti ini. Mereka sudah menunjukkan hati dan kerja keras,” ujarnya. Dia mengakui hasil tersebut sulit diterima, meski tetap bangga pada timnya.

Kegagalan ini mencatat sejarah kelam: Italia menjadi juara dunia pertama yang absen dalam tiga edisi beruntun. Setelah disingkirkan Swedia pada tahun 2018 dan Makedonia Utara empat tahun lalu, luka lama kembali terbuka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.