Imigrasi Bali Catat 12.278 Penumpang Terdampak Konflik Timteng
📅 Rabu, 01 Apr 2026, 08:50 WIB | Oleh: Tim PenulisDENPASAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi Provinsi Bali mencatat ada 12.278 penumpang rute internasional yang terdampak konflik di Timur Tengah (Timteng) sejak 28 Februari hingga 30 Maret 2026.
“Kami terus berkoordinasi dengan Pusat dan selama situasi (konflik) masih berlangsung maka kami masih tetap mengimplementasikan kebijakan itu,” kata Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, di Denpasar, Bali, Selasa (01/4).
Ia menjelaskan sebagian dari jumlah penumpang internasional yang terdampak itu sudah kembali ke negaranya karena melakukan perubahan rute penerbangan.
Mereka memilih menghindari rute transit di Doha, Dubai dan Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UAE).
Untuk membantu mempermudah keberadaan mereka yang terdampak, pihaknya telah menerbitkan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) sebanyak 682 orang yang dikeluarkan tiga kantor Imigrasi yakni Ngurah Rai, Singaraja dan Denpasar,sedangkan sebanyak 242 orang WNA juga dibebaskan denda melebihi izin tinggal (overstay).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai informasi, WNA yang overstay kurang dari 60 hari, dikenakan denda sebesar Rp1 juta per hari.
“Kami berharap situasi secepatnya membaik karena selama dalam kondisi darurat dan dari Pusat juga belum mencabut kebijakan itu sehingga kami di wilayah terus mengimplementasikannya,” imbuhnya.
Pihaknya telah membentuk posko di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan juga membentuk operasi “jemput bola” di dua hotel yang menjadi referensi maskapai apabila penerbangan mereka dibatalkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun warga negara asing yang mengurus ITKT itu izinnya bisa terbit dalam waktu sehari dengan melampirkan paspor, bukti tiket penerbangan dan surat konfirmasi pembatalan penerbangan oleh maskapai.
Saat ini aktivitas penerbangan internasional dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai utamanya menuju tiga kota di UAE itu sudah kembali aktif.
Namun, frekuensi penerbangannya masih belum pulih dengan jadwal terbatas karena situasi konflik di Timur Tengah masih belum mereda sejak pertama meletus pada 28 Februari 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (2)
01 Apr 2026, 09:22 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas01 Apr 2026, 09:22 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!