Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Tersungkur! Tekanan Global dan Domestik Kompak Seret Pasar

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 17:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Tersungkur! Tekanan Global dan Domestik Kompak Seret Pasar Doc: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adha
Ket. Ilustrasi - Petugas melintasi layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah mencerminkan tekanan simultan dari dalam dan luar negeri.

Dari sisi domestik, pelaku pasar cenderung berhati-hati merespons dinamika makro seperti ekspektasi suku bunga, stabilitas nilai tukar, hingga proyeksi pertumbuhan ekonomi yang belum sepenuhnya solid.

Sementara itu, sentimen global ikut memperberat, terutama dipicu oleh ketidakpastian arah kebijakan moneter bank sentral utama, fluktuasi harga komoditas, serta tensi geopolitik yang mendorong arus modal keluar dari pasar berkembang.

Kombinasi faktor tersebut membuat investor lebih memilih melakukan aksi ambil untung dan menahan ekspansi portofolio berisiko.

Akibatnya, tekanan jual meningkat dan IHSG bergerak di zona merah. Kondisi ini menegaskan bahwa pasar saham domestik masih sangat sensitif terhadap perubahan sentimen global, sekaligus menunjukkan perlunya katalis positif dari dalam negeri untuk memulihkan kepercayaan investor.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3) sore, ditutup melemah 43,45 poin atau 0,61 persen ke posisi 7.048,22 dipicu oleh kombinasi sentimen dari domestik dan mancanegara.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,68 poin atau 0,23 persen ke posisi 715,81.

"IHSG hari ini menurut saya masih bergerak dalam tekanan kombinasi sentimen global dan domestik," ujar Pengamat Pasar Modal Reydi Octa saat dihubungi di Jakarta.

Dari mancanegara, Reydi mengatakan masih dipengaruhi oleh keberlangsungan tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, serta pergerakan harga energi, utamanya kenaikan harga minyak mentah.

Sementara dari dalam negeri, ia menyebut lebih ke arah kekhawatiran kenaikan inflasi dan pergerakan nilai tukar (kurs) Rupiah.

“Investor cenderung defensif, terlihat dari rotasi ke saham energi dan komoditas serta mulai selektif di big caps,” ujar Reydi.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat dipimpin sektor barang konsumen primer yang naik sebesar 1,32 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 0,43 persen dan 0,33 persen.

Sedangkan delapan sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 4,10 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor teknologi yang masing-masing turun sebesar 2,53 persen dan 1,33 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.