Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rayu Investor Jepang, Presiden Prabowo Pamerkan Return on Asset hingga 300 Persen

📅 Senin, 30 Mar 2026, 18:58 WIB | Oleh:
Rayu Investor Jepang, Presiden Prabowo Pamerkan Return on Asset hingga 300 Persen Doc: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Ket. Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Imperial Hotel Tokyo, Senin (30/3), dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Negeri Sakura.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto secara resmi menawarkan skema investasi yang nyata, transparan, dan menguntungkan kepada para pelaku usaha Jepang dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Imperial Hotel Tokyo, Senin (30/3).

Di hadapan para investor, Presiden menekankan bahwa Indonesia kini mengedepankan pendekatan berbasis hasil dengan portofolio yang layak dibiayai perbankan (bankable) serta komitmen tegas dalam pemberantasan korupsi. Keberhasilan awal sovereign wealth fund Indonesia yang mencatatkan lonjakan pengembalian aset hingga mendekati 300 persen menjadi bukti kuat bahwa Indonesia siap menjadi mitra strategis jangka panjang bagi teknologi dan industri manufaktur Jepang.

"Semua proyek kami harus layak, harus dapat dibiayai bank, harus memberikan manfaat nyata, pengembalian investasi yang nyata," kata Presiden Prabowo Subianto pada forum yang digelar di Imperial Hotel Tokyo, Senin.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah Indonesia mengedepankan pendekatan berbasis hasil dalam setiap proyek investasi yang ditawarkan kepada pihak global. Ia menekankan pentingnya proyek yang tidak hanya ambisius, tetapi juga memiliki kelayakan finansial serta dampak nyata bagi penguatan perekonomian nasional.

Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia sangat terbuka terhadap kolaborasi internasional, khususnya dengan Jepang yang dinilai memiliki keunggulan kompetitif di berbagai sektor.

Menurut dia, Jepang memiliki keunggulan dalam teknologi, metode, dan pengalaman industri yang dapat disinergikan dengan potensi sumber daya alam maupun manusia di Indonesia.

"Itulah mengapa kami sangat terbuka terhadap partisipasi aktif Jepang, teknologi Jepang, pengalaman Jepang, metode Jepang," tutur Presiden menjelaskan alasan penguatan kemitraan tersebut.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah juga menawarkan skema kemitraan strategis jangka panjang di samping investasi konvesional. Untuk mendukung hal tersebut, Indonesia telah membentuk dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) yang mengonsolidasikan aset dan perusahaan milik negara dalam satu manajemen terpadu.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan dana tersebut dilakukan dengan prinsip tata kelola yang baik, termasuk penerapan praktik terbaik dunia serta upaya tegas dalam pemberantasan korupsi. Pemerintah berkomitmen menghadirkan manajemen yang rasional guna menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang dalam birokrasi investasi.

"Kami menginginkan manajemen yang rasional, praktik terbaik. Kami ingin memberantas korupsi dan penyalahgunaan wewenang," ucap Presiden menekankan komitmen transparansi Indonesia.

Presiden mengungkapkan bahwa hasil awal pengelolaan dana tersebut telah menunjukkan perkembangan positif bagi portofolio aset negara. Dalam tahun pertama operasional, sejumlah aset mencatat peningkatan signifikan yang bahkan mendekati angka 300 persen dalam hal pengembalian aset.

"Beberapa di antaranya menghasilkan peningkatan hampir 300 persen dalam pengembalian aset. Ini sangat menggembirakan," jelasnya di hadapan para pengusaha Jepang.

Pada akhir pidatonya, Presiden kembali mengajak investor global untuk menjalin kemitraan yang lebih erat dengan Indonesia, terutama dalam pembangunan industri manufaktur. Ia menekankan bahwa Indonesia saat ini mencari mitra yang siap tumbuh bersama melalui proses transfer teknologi yang berkelanjutan.

"Kita mencari mitra yang siap bergabung dengan kita untuk membangun industri, menransfer teknologi, dan tumbuh bersama," kata Presiden.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.