Efek Domino Perang: Bursa Asia Rontok, IHSG Ikut Terkapar
📅 Senin, 30 Mar 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah seiring pergerakan bursa Asia yang kompak tertekan oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen “risk-off” mendominasi pasar, mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko di emerging markets, termasuk Indonesia, dan beralih ke instrumen yang lebih aman.
Tekanan ini tidak berdiri sendiri. Konflik geopolitik memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global, lonjakan harga minyak, serta potensi pengetatan kebijakan moneter global.
Kombinasi tersebut meningkatkan volatilitas dan memperbesar arus keluar dana asing dari pasar saham Asia, yang pada akhirnya menekan IHSG.
Dalam jangka pendek, pasar cenderung bergerak defensif dengan pola “wait and see”, sambil mencermati perkembangan konflik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama eskalasi belum mereda, IHSG berpotensi tetap berada dalam tekanan, dengan pergerakan yang sensitif terhadap sentimen global ketimbang faktor domestik.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/2) sore, ditutup melemah 5,39 poin atau 0,08 persen ke posisi 7.091,67 mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia, di tengah pelaku pasar mencermati eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,47 poin atau 0,20 persen ke posisi 717,49.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Indeks saham di Asia Senin sore, ditutup melemah seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memasuki pekan kelima meskipun ada upaya untuk menemukan solusi diplomatik,” sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, kelompok Houthi di Yaman mengatakan bahwa mereka telah menembakkan rudal ke Israel, yang menandai keterlibatan langsung pertama mereka dalam perang AS dan Israel melawan Iran.
Dalam sebuah unggahan di X, juru bicara Houthi Yahya Saree mengatakan kelompok Houthi meluncurkan rentetan rudal balistik ke tempat-tempat yang mereka sebut sebagai situs militer Israel yang sensitif, sebagai dukungan kepada Iran dan pasukan Hizbullah di Lebanon.
Serangan tersebut menandai eskalasi lebih lanjut dalam konflik yang dimulai dengan serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari 2026.
Dari dalam negeri, pemerintah tengah merancang skema efisiensi anggaran hingga WFH sebagai langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap APBN dan ekonomi domestik.
Pemerintah mengidentifikasi ada tiga sektor yang rentan terdampak, yaitu stabilitas energi, rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!