Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tradisi 'Mepe Jaran Kepang' Rangkul Pecinta Seni Sekaligus Ajang Silaturahmi dan Pelestarian Budaya

📅 Minggu, 29 Mar 2026, 18:39 WIB | Oleh:
Tradisi 'Mepe Jaran Kepang' Rangkul Pecinta Seni Sekaligus Ajang Silaturahmi dan Pelestarian Budaya Doc: ANTARA/Heru Suyitno
Ket. Sejumlah Jaran kepang (kuda lumping) di jemur oleh pemiliknya dalam tradisi mepe jaran kepang di Temanggung, Minggu (29/3).

TEMANGGUNG, JAWA TENGAH - Para penggiat seni tradisional jaran kepang menggelar kegiatan bertajuk "mepe jaran kepang" yang diinisiasi oleh komunitas pecinta jaran kepang dari Temanggung, menjadi ajang silaturahmi sekaligus pelestarian budaya dari beberapa daerah.

Seniman jaran kepang asal Temanggung Supri Wanto di Temanggung, Minggu (29/3), menyampaikan, salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut "mepe jaran kepang" (menjemur kuda lumping), yang digelar hari ini dalam suasana kopi darat (kopdar) para pecinta jaran kepang.

Menurut dia, peserta yang hadir tidak hanya para pelaku seni, tetapi juga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan dan kecintaan terhadap kesenian tradisional ini.

"Ini adalah kopdar jaran kepang. Tidak hanya pelaku seni, tapi juga mereka yang memang senang dengan jaran kepang," katanya.

Ia menjelaskan, tradisi mepe jaran kepang telah dilakukan beberapa kali, bahkan diperkirakan sudah mencapai lima kali pelaksanaan. Dari kegiatan tersebut, muncul inspirasi bagi daerah lain untuk mengadakan kegiatan serupa.

"Alhamdulillah, berkat kegiatan ini, teman-teman dari luar kota mulai terinspirasi. Di luar Temanggung seperti Magelang, Semarang, bahkan Boyolali, sudah mulai ada kegiatan serupa," katanya.

Dalam tradisi jaran kepang, sebelum dimainkan, terdapat ritual penting yang disebut jamasan, yaitu proses penyucian properti jaran kepang. Setelah melalui jamasan, barulah jaran kepang dijemur atau "dipepe" sebagai bagian dari rangkaian tradisi.

Pada kegiatan kali ini, jumlah peserta yang mendaftar mencapai sekitar 1.000 orang. Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Demak, Banjarnegara, Wonosobo, dan sejumlah wilayah lainnya di luar Temanggung.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa jaran kepang tidak hanya menjadi kesenian lokal, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari identitas budaya yang mampu menyatukan berbagai kalangan dan daerah.

Ia menyampaikan, melalui kegiatan ini, para penggiat seni berharap jaran kepang dapat terus lestari dan semakin dikenal oleh generasi muda di seluruh Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Gempa Venezuela: Peru Putus...
  • Kabar Baik! Pemerintah Pertahankan Bunga KUR 6 Persen, UMKM Dapat Angin Segar
    Preview komentar:
    Thank you for sharing this informative article. Thank ...
  • Wajib Tahu, Ini 3 Dampak Negatif Penyebaran Hoaks Selama Pemilu
    Preview komentar:
    Thank you for sharing this informative article. Thank ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
Awas! Modus Baru Judol Lewat Komentar Medsos, Tunggangi Piala Dunia 2026, Ini Temuan Kemkomdigi

Awas! Modus Baru Judol Lewat Komentar Medsos, Tunggangi Piala Dunia 2026, Ini Temuan Kemkomdigi

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.